WELL COME

HIDUP ADALAH IBADAH UNTUK BEKAL AKHIRAT

Jumat, 22 Januari 2010

Task

Kerjakan soal-soal di bawah ini dalam buku Tugas dikumpulkan tanggal 1 Februari 2010
Soal 1
Tuan Rajiman bekerja di PT Ayidya dengan gaji Rp8.300.000,00 tunjangan jabatan Rp500.000,00 dan tunjangan keluarga Rp300.000,00 status kawin dengan 4 orang anak. Hitunglah pajak penghasilan yang dibayar Tuan Rajiman per bulan!

Soal 2
Ny. Wahyuni bekerja dengan penghasilan per bulan Rp6.500.000,00 suami bekerja dengan penghasilan Rp88.000.000,00 per tahun. Mereka memiliki 5 orang anak. Hitunglah pajak yang dibayar keluarga Ny. Wahyuni bila penghasilan digabung!

Soal 3
Mesin dibeli pada tanggal 1 Januari 2004 dengan harga beli Rp9.000.000,00 ongkos angkut Rp400.000,00 dan ongkos pasang Rp600.000,00 Menurut manajemen taksiran umur ekonomi 5 tahun dengan nilai residu Rp1.000.000,00 Pada saat membeli dilakukan secara tunai:
Diminta:
a. Buatlah jurnal waktu pembelian mesin terebut!
b. Hitunglah penyusutan untuk tahun 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008 bila menggunakan
metode 1) Garis lurus 2) Jumlah angka tahun 3) Saldo menurun dengan tarip dobel
c. Buatlah tabel penyusutan masing-masing

Soal 4
Pada tanggal 1 Mei 2002 Sebuah mobil dibeli seharga Rp135.000.000,00 taksiran umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa Rp45.000.000,00 karena menginginkan mobil yang lebih besar ukurannya maka mobil lama dijual. Penjualan dilakukan pada tanggal 10 September 2005 dengan harga Rp60.000.000,00 Metode penyusutan yang digunakan dengan jumlah angka tahun. Buatlah jurnal pada saat penjualan mobil tersebut!
Keterangan : Perhitungan disertakan.

Soal 5
Data diperoleh dari Axeric Service per 31 Desember 2008
a. Diterima laporan dari bank, bahwa bank mengkredit untuk
jasa giro Rp35.000,00 dan mendebet untuk beban administrasi
bank sebesar Rp15.000,00
b. Perlengkapan kantor yang terpakai Rp600.000,00
c. Penyusutan untuk peralatan service setahun Rp100.000,00
d. Piutang yang kemungkinan tidak dapat ditagih Rp800.000,0
e. Sewa diterima dimuka Rp3.000.000,00 untuk masa 1 April 2008 - 1 April 2009
f. Iklan dibayar dimuka Rp6.000.000,00 untuk 100 kali terbit.
Sampai dengan akhir tahun belum diterbitkan 30 kali
g. Beban listrik, air dan telepon untuk bulan Desember Rp150.000,00 belum dibayar
h. Gaji pegawai kantor Rp300.000,00 belum dibayar
i. Komisi sebagai pendapatan lain-lain bulan Desember sebesar Rp250.000,00
belum diterima pembayarannya.

Soal 6
Jurnallah transaksi berikut ini:
a. Disetor ke dalam perusahaan uang tunai Rp10.000.000,00
b. Dibeli peralatan Rp7.000.000,00 uang muka Rp2.000.000,00
sisanya kredit
c. Dibeli perlengkapan Rp500.000,00 scara tunai.
d. Diterima pendapatan jasa Rp400.000,00 per kas
e. Dibayar beban LAT Rp100.000,00
f. Dibayar beban gaji pegawai Rp250.000,00
g. Dikerjakan pekerjaan serice dengan ongkos Rp600.000,00
jumlah ini dicatat untuk ditagih.
h. Diambil untuk keperluan pribadi uang tunai Rp120.000,00
i. Dipakai perlengkapan Rp300.000,00
j. Diperoleh pinjaman bank sebesar Rp5.000.000,00
k. Disusutkan peralatan sebesar Rp700.000,00
l. Dibayar utang sebesar Rp4.000.000,00
m. Diterima dari debitur Rp500.000,00
n. Diterima laporan dari bank bahwa perusahaan memperoleh
jasa giro Rp50.000,00
o. Dibayar cicilan utang bank Rp500.000,00 ditambah bunga Rp50.000,00

Attention : Bagi peserta bimbel success selama liburan berangkat seperti biasa.
Bagi yang mau ikut bimbel rombongan baru dimulai tanggal 1 Februari 2010

Pendaftaran dapat dilakukan lewat e-mail mulai tanggal 24 - 31 Januari 2010. Anda ingin sukses yang ikut di bimbel "SUCCESS", insya allah
---- Selamat mengerjakan ----

Rabu, 20 Januari 2010

Home Work

PRE TEST & POST TEST


Petunjuk I

Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang pada huruf a, b, c, d atau e pada lembar jawaban yang sudah disediakan

1. Pak Udin seorang petani nanas di Magelang. Ia ingin mengatasi masalah harga nanas yang murah setiap kali panen. Oleh karena itu alternatif yang bisa dilakukan oleh Pak Udin adalah …
1) segera menanam kembali setelah panen
2) memanen sekaligus supaya biaya tenaga kerja sekali bayar
3) memanen secara bertahap dan menjualnya
4) menyimpan dan menjualnya pada saat harga sudah naik
5) mengolahnya menjadi sirup dan menjualnya
Pilihan yang tepat adalah nomor …
a. 1) dan 2) d. 3) dan 5)
b. 2) dan 3) e. 4) dan 5
c. 3) dan 4)

2. Keterbatasan alat pemuas kebutuhan berhadapan dengan jumlah kebutuhan manusia yang tak terbatas, dengan demikian manusia harus memilih alternatif dalam memenuhi kebutuhannya. Biasanya menggunakan skala prioritas. Tujuan penentuan alternatif bagi manusia adalah …
a. ingin memperoleh keuntungan d. ingin hidup berkecukupan
b. ingin meningkatkan kekayaan e. agar manusia memperoleh kepuasan maksimal
c. agar hidupnya sehat jasmani dan rohani

3. Pak Deddy seorang pengusaha kaya di daerah Brebes dan sekitarnya. Ia memiliki banyak usaha baik usaha pertanian, industri, perdagangan, jasa maupun pertambangan. Di daerah Brebes ia termasuk pemilik sawah yang luas dalam memproduksi bawang. Untuk jasa angkutan ia menguasai alat transportasi pedesaan hampir 80% armada dimilikinya. Begitu pula industri makanan dan minuman ia kuasai. Kalau kita perhatikan Pak Deddy memonopoli beberapa sektor usaha. Monopoli yang terjadi disebabkan karena.
a. penunjukkan pemerintah d. menguasai teknologi produksi
b. penguasaan pasar lokal e. modal yang dimiliki Pak Johan besar
c. karena lokasi pabrik dan letak bahan baku

4. Karakteristik pasar input
1) permintaan datang dari rumah tangga produksi
2) yang tersedia di pasar adalah tanah, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan
3) permintaan datang dari rumah tangga konsumen
4) penawaran datang dari rumah tangga konsumsi
5) di pasar tersedia berbagai macam barang dan jasa
Yang merupakan karakteristik pasar faktor produksi adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 5)
b. 1), 2) dan 4) e. 3), 4) dan 5)
c. 2), 3) dan 4)

5. Ciri-ciri sistem ekonomi
A B C
1. Modal berperan penting
2. Perencanaan dilakukan pusat
3. Pemerintah dan swasta
memperoleh kesempatan
melakukan kegiatan
ekonomi. 1. Harga ditentukan oleh
Mekanisme pasar
2. perorangan tidak boleh
memiliki faktor produksi
3. SDA yang menguasai ha-
jat orang banyak dikuasai
negara 1. Persaingan sangat ketat sehingga kemajuan cepat
2. kegiatan produski, distribusi dan konsumsi diatur negara
3. hak milik pribadi dihormati tetapi penggunaan tidak boleh melanggar hak orang lain
Yang merupakan ciri sistem ekonomi di Indonesia adalah …
a. A1, B1 dan C1 d. A3, B3 dan C2
b. A2, B2 dan C3 e. A3, B2, dan C1
c. A3, B3 dan C3

6. Permintaan kelengkeng sebanyak 80 kg pada saat harga Rp 15.000,00 per kg ketika harga naik menjadi Rp 18.000,00 per kg permintaan kelengkeng tinggal 60 kg. Dari data tersebut pernyataan yang benar adalah ….
a. pada saat terjual 100 kg berarti harga kelengkeng Rp 13.000,00 per kg
b. harga kelengkeng mengalamai kenaikan lebih besar daripada penurunan jumlah permintaan.
c. koefisien elastisitas permintaan kelengkeng sebesar 1,25
d. sifat elastisitasnya in elastis
e. fungsi permintaan kelengkeng adalah Qd = 5.000 – 0,4P

7. Perhatikan kurve dibawah ini :
P D1 S

D S1
E2
E
E1
E’


Q

Pergeseran kurve D ke D1 dan kurve S ke S1 menyebabkan perubahan keseimbangan pasar yang baru adalah ..
a. E – E1 d. E1 – E2
b. O – P1 e. O – P
c. E1 – E

8. Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh negara
1) tersedianya bahan baku
2) kualitas sumber daya manusia yang rendah
3) kesulitan untuk pemasaran ke luar negeri
4) kekurangan modal
5) jumlah pengangguran yang banyak
6) kekurangan tenaga kerja untuk level pekerja kasar
Yang biasa dihadapi oleh negara berkembang adalah ….
a. 1), 2) dan 3) d. 3), 5) dan 6)
b. 1), 3) dan 5) e. 4), 5) dan 6
c. 2), 4) dan 5)

9. Data jumlah GNP dan penduduk beberapa negara pada tahun 2005
Negara Penduduk (juta) GNP (ribuan US $)
Indonesia
Swiss
Jerman
Singapura
Taiwan
Korea 210
12
24
1,2
3
34 80.250
30.300
52.100
8.200
9.600
21.400
Dari data tersebut urutan dari negara terkaya adalah …..
a. Jerman, Swiss, Korea, Taiwan, Indonesia, Singapura
b. Indonesia, Jerman, Korea, Swiss, Taiwan, Singapura
c. Singapura, Jerman, Swiss, Korea, Taiwan, Indonesia
d. Swiss, Jerman, Korea, Singapura, Taiwan, Indonesia
e. Singapura, Taiwan, Swiss, Jerman, Korea, Indonesia

10. Pada saat jumlah pendapatan masyarakat Rp 3.000 milyar jumlah tabungan Rp 400 milyar. Jumlah pendapatan masyarakat naik menjadi Rp 4.000 milyar rupiah jumlah konsumsi Rp 3.300 milyar. Dari data di atas terdapat pernyataan ….
1) Fungsi konsumsinya C = 500 milyar + 0,70Y
2) Tabungan akan meningkat menjadi Rp 1.000 milyar bila pendapatan sebesar Rp 5.000 milyar
3) Fungsi tabungannya adalah S = 500 milyar – 0,60Y
4) Jumlah konsumsinya menjadi Rp 4.000 milyar bila pendapatan sebesar Rp 5.000 milyar
5) Fungsi tabungannya adalah S = -500 + 0,30Y
6) Konsumsi otonom pada saat pendapatan masyarakat 0 adalah Rp 300 milyar
Pernyataan yang benar adalah ….
a. 1), 2), 3) dan 4) d. 2), 4), 5) dan 6)
b. 1), 3), 4) dan 5) e. 3), 4), 5) dan 6)
c. 1), 2), 4) dan 5)

11. Pak Wardi memiliki sejumlah uang hasil dari penjualan sawahnya di daerah Bumiayu. Dari uang hasil penjualan tersebut pak Wardi membeli 5 unit rumah di perumahan Mejasem Indah, yang rencananya akan di sewakan. Bagi Pak Wardi pada saat itu berfungsi sebagai …
a. satuan hitung d. pemindah kekayaan
b. alat tukar e. penunjuk harga
c. alat pembayaran

12. Data harga dan jumlah beberapa barang kebutuhan sehari-hari
Nama barang
Tahun 2005 Tahun 2006
Harga/kg Jumlah Harga/kg Jumlah
Beras
Gula
Telur
Minyak sayur
Sabun Rp 5.000
Rp 6.000
Rp 6.000
Rp 7.000
Rp 8.000 10
8
6
9
7 Rp 5.500
Rp 6.600
Rp 6.500
Rp 8.000
Rp 8.500 12
9
8
10
8
Berdasarkan Perhitungan Indeks Paasche maka pernyataan yang benar di bawah ini adalah …..
a. Kenaikan harga barang-barang rata-rata sekitar 5%
b. Indeks harga konsumen untuk tahun 2006 sebesar 109,93
c. Terdapat inflasi atas barang-barang kebutuhan sehari-hari sebesar 109,93
d. Kenaikan harga barang untuk tahun 2006 tidak dikategorikan sebagai keadaan inflasi
e. Kenaikan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari sebesar 10%

13. Tujuan dan tugas Bank Indonesia
1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2) sebagai lander of resort bagi perbankan di Indonesia
3) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
4) menetapkan kebijakan fiskal yang tepat untuk mengatasi inflasi
5) mengatur dan mengawasi bank
Yang merupakan tugas bank Indonesia adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 5)
b. 1), 3) dan 5) e. 3), 4) dan 5)
c. 2), 3) dan 4)

14. Penyaluran dana pada Bank Syariah kepada masyarakat bisa dengan mekanisme sebagai berikut :
~ pihak bank menyediakan dana (100%) bagi kegiatan usaha nasabah
~ bank tidak campur tangan dalam pengelolaan dana oleh nasabah
~ bank memiliki kewenangan melakukan pengawasan
~ bank menerima imbalan/keuntungan yang diperoleh dari nasabah berdasarkan kesepakatan
~ bila terjadi kerugian menjadi tanggungan bank kecuali bila disebabkan kelalaian nasabah.
Prinsip penyaluran dana yang demikian disebut ….
a. Al-mudharabah d. Al bay al dayn
b. Al musyarakah e. Al Ijarah dan al bay al safitri
c. Al murabahah

15. Perkembangan penduduk di Indonesia dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 dari 210 juta jiwa menjadi 215 juta. Sedangkan di Singapura dari 1,2 juta menjadi 1,3 juta. Untuk GNP Indonesia dari US $ 1.500 milyar menjadi US $ 1.600 milyar. Di Singapura GNP tahun 2005 US $ 200 milyar menjadi US $ 300 milyar pada tahun 2006. Dari data tersebut dapat disimpulkan …
a. Singapura merupakan negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi namun dari segi pembangunan ekonomi kurang mendapat perhatian.
b. Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan yang disertai adanya kegiatan pembangunan dengan indikator adanya kenaikan pendapatan per kapita.
c. Pembangunan ekonomi di Singapura berjalan dengan lancar begitu pula di Indonesia mengalami pembangunan ekonomi yang tidak kalah hebatnya.
d. Kenaikan pendapatan per kapita di Indonesia lebih baik dibanding Singapura.
e. Kedua negara mengalami pertumbuhan sekaligus pembangunan ekonomi dengan ditandai kenaikan pendapatan per kapita untuk Indonesia masih kalah dibanding Singapura dalam tingkat pertumbuhan ekonominya.

16. Pemerintah harus meningkatkan jumlah produksi barang dengan cara memberikan intensif kepada para pengusaha dan memberikan subsidi seperti BBM, listrik dan bahan baku. Dengan meningkatnya produksi barang dan jasa maka banyak terserap tenaga kerja. Cara demikian untuk mengatasi pengangguran ….
a. friksional d. siklis
b. struktural e. voluntary
c. teknologi

17. Dibawah ini adalah penerimaan dan pengeluaran dalam APBN
1) Hibah
2) Gaji dan pensiun
3) Bagi hasil laba BUMN
4) Dana Alokasi Umum
5) Belanja barang dalam negeri
6) Bunga utang dalam dan luar negeri
Yang termasuk pengeluaran rutin adalah …..
a. 1) 2) dan 3) d. 3), 5) dan 6)
b. 2), 3) dan 4) e. 4), 5) dan 6)
c. 2), 5) dan 6)

18. Salah satu sumber penerimaan terbesar dari APBD Propinsi atau Kabupaten/Kota berasal dari pemerintah pusat yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) dengan tujuan untuk pemerataan. Besarnya DAU tiap daerah tidak sama karena dalam menetapkan besaran DAU harus diperhatikan hal-hal dibawah ini kecuali,
a. potensi daerah d. luas daerah
b. keadaan geografis e. jumlah penduduk
c. sistem pemerintahannya apakah Kota atau Kabupaten

19. Dibawah ini adalah macam-macam pajak yang berlaku di Indonesia:
1) pajak penghasilan (PPh)
2) pajak kendaraan bermotor (PNKB)
3) Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
4) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
5) Bea Meterai
6) Pajak Reklame
7) Biaya Balik Nama (BBN)
Yang termasuk jenis pajak daerah adalah ….
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 6) dan 7)
b. 2), 3) dan 6) e. 5), 6) dan 7)
c. 4), 5) dan 6)

20. Tuan Suwarman memiliki tanah di daerah Ajibarang Banyumas seluas 400 m² dengan harga Rp 150.000,00 per meter dan bangunan seluas 180 m² dengan harga Rp 500.000,00 per m² bila besarnya BTKP untuk daerah Ajibarang Rp 12.000.000,00 maka besarnya PBB yang harus dibayar …
a. Rp 120.000,00 d. Rp 148.000,00
b. Rp 128.000,00 e. Rp 158.000,00
c. Rp 138.000,00

21. Tuan Wakhmad akan pergi ke Jepang ia membutuhkan mata uang Yen. Bila kurs untuk 1 Yen Beli = Rp 100,00 dan Kurs Jual Rp 110,00 Tuan Wakhmad membutuhkan 100.000 yen di Jepang ia memperoleh tagihan dari rekan bisnis sebesar 500.000 yen. Di Jepang ia melakukan transaksi bisnis dan ia menghabiskan sebanyak 250.000 yen. Kebutuhan uang rupiah sewaktu berangkat dan sisa uang Tuan Wakhmad setibanya di tanah air adalah …
a. Rp 10.000.000,00 dan Rp 35.000.000,00 d. Rp 11.000.000,00 dan Rp 38.500.000,00
b. Rp 10.000.000,00 dan Rp 38.500.000,00 e. Rp 11.000.000,00 dan Rp 35.000.000,00
c. Rp 20.000.000,00 dan Rp 77.000.000,00

22. Pemerintah dapat menempuh kebijakan agar ekspor meningkat dan impor berkurang dengan tujuan supaya neraca perdagangan mengalami surplus. Dibawah ini adalah macam-macam kebijakan perdagangan internasional :

A B
1. Dumping
2. Subsidi
3. Bea masuk 1. Diskriminasi harga
2. Kuota
3. Larangan masuk/keluar
Yang termasuk kebijakan yang tujuan meningkatkan jumlah barang yang diekspor adalah …
a. A1, A2, B1 dan B2 d. A2, A3, B2 dan B3
b. A1, A3, B1 dan B2 e. A2, A3, B1 dan B2
c. A1, A2, B1 dan B3

23. Media yang menggambarkan semua informasi seputar penerbitan saham disebut prospektus. Dalam prospektus wajib mengandung informasi dibawah ini, kecuali ..
a. Bidang usaha PT bersangkutan d. Kinerja keuangan perusahaan
b. Nominal saham yang akan ditawarkan e. Riwayat singkat perusahaan
c. Rencana pengembangan/ekspansi perusahaan

24. Perhatikan tabel badan usaha
A B
1. Potong rambut “Madura”
2. Warung makan “Wareg”
3. Harian Radar
4. Telkomsel 1. Johny Saleh Salon
2. Tenun Sampurnatex
3. Loper harian Suara Merdeka
4. Bakso keliling “Idola”
Bidang usaha non formal yang dapat dimasuki oleh wirausahawan adalah ….
a. A1, A2, B1 dan B2 d. A2, A3, B2 dan B4
b. A1, A3, B1 dan B2 e. A1, A3, B3 dan B4
c. A1, A2, B3 dan B4

25. Pentingnya wirausahawan bagi pemerintah dalam hal penandaan pembangunan adalah …
a. merupakan salah satu partner dalam mengembangkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa
b. sebagai motor penggerak pembangunan dalam segala bidang
c. membantu pemerintah dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan
d. mengurangi jumlah pengangguran
e. merupakan salah satu sumber pendapatan negara berupa pajak.

26. Fungsi manajemen yang menekankan adanya hubungan harmonis antara para pimpinan dengan pekerja sehingga tercipta semangat untuk memajukan perusahaannya adalah fungsi ….
a. Planning d. Evaluating
b. Organizing e. Controlling
c. Actuating

27. Permasalahan dalam perekonomian adalah sebagai berikut :
1) Barang apa yang harus diproduksi?
2) Bagaimana cara memproduksinya?
3) Kepada siapa harus dijual?
4) Dimana harus diproduksi?
5) Siapa yang harus memproduksi?
Yang menjadi permasalahan pokok dalam perekonomian adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 5)
b. 1), 3) dan 4) e. 3), 4) dan 5)
c. 2), 3) dan 4)

28. Jika kamu mendapat jatah uang dari orangtuamu sebesar Rp 800.000,00 per bulan dan kamu diharuskan melakukan pilihan atas kebutuhan bulananmu yang terdiri dari membayar uang sekolah, jajan, membayar kos, keperluan makan, membeli buku, uang ekstra kurikuler, nonton film, mengisi pulsa HP dan lain-lain. Ternyata uangmu tidak cukup, sehingga kamu harus memilih berdasarkan uang yang ada. Masalah ini disebut …
a. keterbatasan d. kekosongan
b. kemakmuran e. kelangkaan
c. skala prioritas


29. Salah satu ciri sistem ekonomi Indonesia adalah …
a. usaha swasta diberi kebebasan berusaha d. pemerintah tidak boleh campur tangan
b. seluruh kegiatan ekonomi diatur negara e. koperasi tidak boleh bersaing dengan swasta
c. sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

30. Macam-macam kegiatan ekonomi:
1) Sukardi sebagai nelayan berangkat ke laut untuk menangkap ikan
2) Ina menggunakan HP untuk memberitahukan kepada orangtuanya bahwa uangnya sudah habis
3) Bapak Ali menyelesaikan pekerjaan kantornya di rumah
4) Rujito sekeluarga berlibur ke Bali pada bulan Maret yang lalu selama seminggu.
5) Margono mencari kayu bakar di hutan
6) Bapak Hadi mengendarai Jupiter berangkat ke sekolah.
Yang termasuk kegiatan konsumsi adalah ..
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 6)
b. 1), 3) dan 4) e. 3), 4) dan 6)
c. 2), 3) dan 5)

31. Pada saat harga mangga Rp 5.000,00 per kg jumlah yang terjual 50 kg, harga mangga naik Rp 6.000,00 jumlah yang terjual sebanyak 40 kg. Dari data tersebut pernyataan yang benar adalah ….
a. Fungsi permintaan mangga adalah Qd = 10.000 – 100P
b. Fungsi penawaran mangga adalah Pd = 10.000 – 10Q
c. Koefisien elastisitas mangga bersifat elastis.
d. Apabila harga mangga tersebut menjadi Rp 7.000,00 maka jumlah yang terjual 30 kg.
e. Konsumen kurang peka terhadap perubahan harga mangga karena elastisitasnya in elastis

32. Perhatikan kurve di bawah ini
P

S
P E
P1 E’
D
D1

Q
0 Q1 Q
Dari kurve tersebut di atas pernyataan yang benar adalah ….
a. Pergeseran kurve permintaan dari D ke D1 disebabkan karena turunnya harga dari P ke P1
b. Pergeseran kurve permintaan dari D ke D1 menyebabkan jumlah barang berubah dari O ke Q1
c. Kurve permintaan bergeser karena pendapatan masyarakat meningkat
d. Pergeseran kurve permintaan dari D ke D1 menyebabkan keseimbangan pasar menjadi E1
e. Pergeseran kurve permintaan dari D ke D1 menunjukkan berlakunya hukum permintaan

33. Pada saat pendapatan masyarakat Rp 2.000 milyar jumlah konsumsinya Rp 1.600 milyar. Pendapatan naik sebesar 25%, konsumsinya naik sebanyak Rp 300 milyar. Dari data terdapat pernyataan sebagai berikut :
1) konsumsi otonom sebesar Rp 400 milyar
2) marginal propensity to consume sebesar 0,60
3) pada saat pendapatan masyarakat Rp 3.000 milyar jumlah tabungan Rp 800 milyar
4) kenaikan pendapatan lebih besar daripada kenaikan konsumsi
5) marginal propensity to saving sebesar 0,60
6) kenaikan tabungan lebih kecil daripada kenaikan konsumsinya
Pernyataan yang benar dari informasi di atas adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 6)
b. 1), 3) dan 4) e. 3), 4) dan 6)
c. 2), 3) dan 5)

34. Dalam pasar modal dijual saham dan obligasi. Dibawah ini adalah karakteristik surat berharga tersebut
1) hak atas keuntungan perusahaan
2) memiliki masa jatuh tempo
3) hak atas harta perusahaan
4) memperoleh kupon
5) hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
6) hak untuk menjual dan membeli
Yang termasuk karakteristik dari saham adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 6)
b. 1), 3) dan 5) e. 3), 4) dan 6)
c. 2), 3) dan 5)

35. Pada perdagangan efek di pasar modal ada lembaga yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lainnya yang berkaitan dengan efek serta jasa-jasa lainnya, seperti menerima bung, dividen, maupun hak-hak lain dalam menyelesaikan transaksi efek serta mewakili pemegang rekening menjadi nasabahnya. Lembaga tersebut dinamakan …
a. Biro Administrasi Efek (BAE) d. BAPEPAM
b. Pemeringkat Efek e. Wali Amanat
c. Kustodian

36. Fungsi pasar (bursa) dalam ekgiatan ekonomi
1) Sebagai sarana melakukan transaksi bisnis yang sehat antara penjual dan pembeli sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.
2) Bagi pemilik dana dapat membantu orang/badan lain, sekaligus dapat memperoleh keuntungan (bunga) dari dana yang menganggur.
3) Sebagai sarana pemerintah untuk memantau kebutuhan berbagai jenis dan jumlah valuta asing yang dibutuhkan masyarakat
4) Sebagai sarana memperoleh modal yang sehat bagi para pengusaha yang memerlukan tambahan modal
5) Sebagai sarana bagi masyarakat luas untuk ikut serta menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan
Yang termasuk fungsi pasar modal (bursa efek) adalah ….
a. 1) dan 2) d. 3) dan 5)
b. 2) dan 4) e. 4) dan 5)
c. 3) dan 4)

37. Produk Domestik Bruto merupakan jumlah prouduksi yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama 1 tahun sedangkan Produk Nasional Bruto meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara (nasional) selama 1 tahun. Indonesia salah satu negara yang belum meluaskan usahanya ke luar negeri dan masih menerima banyak modal dari luar negeri, indikasinya adalah …
a. GDP = GNP d. GDP – Penyusutan = GNP
b. GDP > GNP e. GNP – Penyusutan = NNP
c. GDP < GNP

38. Suatu negara dalam setahun memperoleh GNP US $ 15.000 Replacement (penyusutan) US $ 2.000 Indirect Tax (pajak tak langsung) US $ 3.000 dan Direct Tax (Pajak langsung) US $ 1.000 maka besarnya Personal Income adalah ….
a. US $ 13.000 d. US $ 7.000
b. US $ 10.000 e. US $ 6.000
c. US $ 9.000

39. Transfer payment adalah penerimaan yang bukan merupakan balas jasa proses produksi tahun ini. Yang bukan merupakan transfer payment adalah …
a. pembayaran pensiun d. pembayaran bunga utang
b. tunjangan sosial bagi pengangguran e. pembayaran tunjangan untuk para veteran
c. pembayaran gaji PNS

40. Awal bulan April pemerintah mengumumkan harga BBM non subsidi seperti Premium mengalami kenaikan dari Rp 4.650,00 menjadi Rp 5.459,00 per liter, termasuk minyak diesel, solar untuk perusahaan, minyak bakar mengalami kenaikan rata-rata 10%. Akibat kenaikan tersebut tentunya akan memicu kenaikan harga barang, dari informasi tersebut akan menyebabkan inflasi …
a. Demand Pull Inflation d. Wages Push Inflation
b. Imported Inflation e. Cost Push Inflation
c. Premium Inflation

41. Anda memiliki uang sebesar Rp 10.000,00 ternyata dengan uang sebesar itu anda dapat memperoleh 5 gelas es Podeng. Hal itu menjukkan bahwa uang memiliki …
a. nilai nominal d. daya beli
b. nilai intrinsik e. nilai eksternal
c. nilai tukar

42. Dibawah ini adalah kegiatan bank :
1) menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan
2) mentransfer uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah
3) mengawasi lembaga keuangan
4) memberikan pinjaman kepada masyarakat
5) membantuk likuiditas bank-bank swasta
Yang merupakan kegiatan bank umum adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 6)
b. 1), 2) dan 4) e. 3), 4) dan 6)
c. 2), 3) dan 5)

43. Pendapatan negara dalam APBN yang diperoleh dari berbagai sumber penerimaan oleh pemerintah sebagian digunakan untuk subsidi BBM, premi eskpor dan impor, dana pensiun, dana tunjangan masyarakat miskin. Dengan demikian termasuk fungsi APBN …
a. alokasi d. budgetair
b. stabilitator e. distribusi
c. reguler

44. Perhatikan tabel berikut ini :
A B C
1. Pajak penghasilan 1. Hasil pungutan ekspor 1. Bagian laba BUMD
2. Cukai 2. Retribusi 2. Pajak Bumi dan Bangunan
3. Pajak kendaraan bermotor 3. Bagian laba BUMN 3. Hibah dari negara lain
Yang termasuk penerimaan daerah yang menjadi salah satu sumber penerimaan APBD adalah
a. A1, B1 dan C1 d. A3. B3 dan C3
b. A1, B2 dan C3 e. A3, B2 dan C1
c. A2, B3 dan C1

45. Kebijakan anggaran yang mencatat sisi penerimaan dari tahun ke tahun ditingkatkan dan terbuka kemungkinan pengeluaran yang meningkat sehingga anggaran pendapatan dan belanja negara selalu kembali dalam keadaan seimbang. Sisi penerimaan dapat ditingkatkan dari tabungan pemerintah yang terus bertambah, peningkatan pajak atau pinjaman pemerintah. Kebijakan tersebut selalu diterapkan selama Orde baru, yang demikian disebut kebijakan ..
a. anggaran berimbang d. anggaran surplus
b. anggaran defisit e. anggaran dinamis
c. anggaran berimbang dan dinamis

46. Pak Ir. Ilham Notoseputro bekerja di perusahaan PT. Urip Tenan, Jakarta dengan memperoleh gaji tiap bulan Rp 800.000,00. PT Urip Tenan telah mengikuti program Jamsostek, maka perusahaannya selalu membayar premi asuransi kematian Rp 10.000,00 per bulan dan premi asuransi kecelakaan kerja Rp 30.000,00 tiap bulan. Karyawan tersebut membayar Iuran Hari Tua (IHT) Rp 10.000,00 dan membayaran iuran pensiun Rp 20.000,00 per bulan. Karyawan tersebut telah menikah dengan dikaruniai 2 orang anak. Potongan biaya jabatan 5% dari penghasilan bruto dengan jumlah maksimal Rp 108.000,00 Besarnya PPh terutang setiap bulan adalah …
a. Rp100.800.00 d. Rp 6.200,00
b. Rp 10.800,00 e. Rp 5.500,00
c. Rp 8.400,00

47. Pada tahun 2006 Indonesia mengekspor komoditas ke negara Jepang senilai $ US 800 juta. Pada tahun yang sama Jepang juga mengekspor berbagai jenis alat elektronika ke Indonesia sebesar $ US 700 juta. Pada akhir tahun 2006 Jepang membayar ke Indonesia sebesar Rp US $ 40 juta dan US $ 60 juta dianggap sebagai pinjaman oton Jepang ke Indonesia. Berdasarkan data di atas, besarnya transaksi perdagangan yang diterima/dibayar adalah ….
a. Indonesia menerima US $ 40 juta dan Jepang membayar US $ 40 juta.
b. Indonesia menerima US $ 60 juta dan Jepang membayar US $ 60 juta.
c. Indonesia menerima US $ 100 juta dan Jepang membayar US $ 100 juta.
d. Indonesia menerima US $ 700 juta dan Jepang membayar US $ 800 juta.
e. Indonesia menerima US $ 800 juta dan Jepang membayar US $ 700 juta.



48. Ciri-ciri badan usaha
A B C
1. melayani kepentingan umum 1. modal dimiliki pemerintah 1. status pegawai pemerintah
2. modal perorangan 2. motivasi mencari laba 2. modalnya berupa simpanan
3. gampang memperoleh modal 3. dikelola secara demokratis 3. dikelola oleh dewan direksi
Yang termasuk ciri badan usaha milik negara berbentuk Perum adalah
a. A1, B1 dan C1 d. A3. B3 dan C3
b. A1, B2 dan C3 e. A3, B2 dan C1
c. A2, B3 dan C1

49. Berikut ini arti dan prinsip ekonomi :
1) keanggotaan bersifat sukarela
2) beranggotakan badan hukum koperasi
3) pengelolaan dilaksanakan secara demokratis
4) merupakan gerakan ekonomi rakyat
5) dikelola berdasarkan atas asas kekeluargaan
6) pemberian balas jasa didasarkan atas jasa masing-masing anggota
Yang termasuk prinsip koperasi adalah …
a. 1), 2) dan 3) d. 2), 4) dan 6)
b. 1), 3) dan 6) e. 3), 4) dan 6)
c. 2), 3) dan 5)

50. Seorang manajer harus membuat standar/ukuran tentang hasil pekerjaan, membandingkan antara hasil pekerjaan dengan standar yang telah dibuat selanjutnya mengadakan perbaikan apabila hasil pekerjaan masih dibawah standar. Kegiatan tersebut salah satu fungsi manajemen ….
a. planning d. motivating
b. organizing e. controlling
c. actuating

Petunjuk II:
A. Jika 1, 2 dan 3 benar
B. Jika 1 dan 3 benar
C. Jika 2 dan 4 benar
D. Jika 4 benar
E. Jika semua benar

51. Permasalahan ekonomi klasik adalah …
1. Produksi d. konsumsi
2. Distribusi e. bagaimana cara memproduksi

52. Yang termasuk ciri-ciri biaya peluang
1. Tidak selalu berhubungan dengan uang 3. adanya pilihan/alternatif
2. biaya yang bekaitan kebutuhan sehari-hari 4. mutlak harus tersedia untuk kelangsungan

53. Peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai biaya peluang
1. Tuan Amir pergi ke kantor dengan mengendarai mobil
2. Pak Tani tidak menanam padi karena musim kemarau sehingga yang ditanam jagung
3. Tini menonton sinetroon “Intan” di RCTI
4. Firdaus menunda membeli tas karena mengutamakan pembelian buku paket.

54. Tuan Azar akan memproduksi barang, berkaitan dengan permasalahan ekonomi modern maka ia harus mampu mengatasi permasalahan …
1. Jenis dan bentuk barang yang akan diproduksi
2. bahan-bahan yang diperlukan dan tenaga kerja yang akan membuat
3. setelah barang jadi kepada siapa barang itu akan dijual
4. dengan harga jual berapa barang itu akan dipasarkan

55. Ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah …
1. harga ditentukan oleh mekanisme pasar
2. peranan pemerintah di bidang ekonomi sangat terbatas biasanya melaksanakan fungsi regulasi
3. perorangan secara bebas memiliki faktor-faktor produksi
4. timbulnya penindasan yang kuat terhadap yang lemah

56. Sistem ekonomi di Indonesia berbeda dengan sistem di negara barat atau negara timur, tidak sosialis juga tidak liberal. Ciri khas sistem ekonomi di Indonesia adalah …
1. hak perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh melanggar hak-hak orang lain.
2. pemerintah mengatur secara ketat terhadap para pelaku ekonomi
3. kekayaan alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak dikuasai negara
4. peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi cenderung mutlak sebagai penentu kebijakan.

57. Setiap barang memiliki nilai kegunaan. Barang yang memiliki kegunaan karena tempat adalah …
1. pasir di kali akan lebih berguna bila ditampung di toko bahan bangunan
2. jas (mantel) hujan akan sangat berguna pada musim penghujan
3. bepergian ke Baturaden jika bermalam selimut sangat berguna
4. nelayan mencari ikan di laut kemudian dijual di pasar ikan sehingga memudahkan para konsumen memperoleh ikan untuk lauk pauk.

58. Kegiatan Rumah Tangga Konsumsi adalah …
1. menyediakan tanah, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan di pasa input
2. mengubah barang menjadi lebih berguna
3. membayar pajak kepada pemerintah atas pelayanan yang diterima
4. menyediakan barang-barang di pasar output

59. Kegiatan Rumah Tangga Produksi adalah …
1. membeli barang-barang untuk memenuhi kebutuhan
2. membayar sewa, upah, bunga dan laba usaha atas faktor-faktor produksi
3. menentukan besaran tarip pajak yang akan dibayar
4. mengubah barang atau menambah kegunaan barang untuk dijual di pasar output

60. Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada tingkat harga tertentu. Pernyataan yang berkaitan dengan permintaan adalah …
1. permintaan barang datang dari pembeli
2. jika harga barang naik maka jumlah barang yang diminta bertambah
3. hubungan harga barang yang diminta dengan jumlah barang sifatnya negatif
4. produsen sebagai pihak yang menyediakan barang-barang

61. Hukum permintaan berbunyi “Jika harga barang naik maka jumlah barang yang diminta berkurang sebaliknya jika harga turun maka jumlah barang yang diminta bertambah” pernyataan dibawah ini berkaitan dengan hukum permintaan yang benar adalah ..
1. harga barang mempengaruhi jumlah barang yang diminta secara garis lurus.
2. fungsi permintaannya adalah Qd = a – bP
3. hukum ekonomi tidak berlaku apabila dalam keadaan “Cateris Paribus”
4. kurve permintaan membentuk garis lurus dari kiri atas ke kanan bawah.

62. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah …
1. jumlah penduduk
2. intensitas kebutuhan
3. pendapatan masyarakat
4. harapan harga di masa yang akan datang

63. Penawaran adalah jumlah barang yang ditawarkan pada tingkatan harga tertentu. Pernyataan yang berkaitan dengan penawaran adalah …
1. Penawaran datang dari penjual
2. jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang
3. hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan positif
4. konsumen sebagai pihak yang menawarkan faktor produksi.

64. Hukum penawaran berbunyi “Jika harga barang naik maka jumlah penawaran bertambah dan jika harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang” pernyataan yang benar berkaitan dengan bunyi hukum penawaran tersebut adalah …
1. hukum penawaran akan berlaku bila dalam keadaan “Caterus paribus”
2. penawaran datang dari penjual
3. hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan bersifat positif
4. fungsi penawaran Ps = a + bQ

65. Diketahui fungsi permintaan 5Pd = -2½Q + 100, pernyataan yang benar dibawah ini berkaitan dengan fungsi permintaan tersebut adalah …
1. jika harga barang Rp 15,00 maka jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 10 unit
2. harga tertinggi Rp 20,00 di mana pada saat itu tidak ada satupun pembeli mampu membeli.
3. barang bebas pada saat jumlah barang 40 unit
4. setiap kenaikan harga barang Rp 10,00 jumlah barang yang diminta bertambah 25 unit

66. Pada saat harga barang Rp 100,00 per unit jumlah barang yang diminta 125 unit, harga turun menjadi Rp 80,00 jumlah barang yang diminta menjadi 140 unit. Pernyataan yang benar berkaitan dengan data tersebut adalah …
1. Fungsi permintaanya adalah Pd = - ¼Q + 100
2. Bila harga barang Rp 120,00 per unit maka jumlah barang yang diminta sebanyak 45 unit
3. Pembeli tidak mampu membeli barang tersebut pada tingkat harga Rp 200,00
4. Fungsi permintaannya adalah Qd = - ¾P + 200

67. Pada saat harga barang Rp 500,00 jumlah barang yang ditawarkan 700 unit, harga naik menjadi Rp 600,00 jumlah yang ditawarkan menjadi 900 unit. Dari data tersebut pernyataan yang benar …
1. Jika harga barang Rp 750,00 jumlah yang ditawarkan 1.200 unit
2. Harga terendah pada saat tidak ada satupun penjual mau menjual adalah Rp 150,00
3. Fungsi penawaran Qs = 2P – 300
4. barang tersebut termasuk barang superior

68. Fungsi permintaan Qd = - 1½P + 80 dan fungsi penawaran Qs = ½P + 20 jika pemerintah mengenakan pajak Rp 20 per unit, maka pernyataan yang benar dari data tersebut adalah…
1. Harga barang sebelum dikenakan pajak adalah Rp 30,00
2. Jumlah keseimbangan sebelum pajak 35 unit
3. Harga per unit setelah dikenakan pajak Rp 35,00
4. Pajak tanggungan konsumen Rp 40,00

69. Fungsi permintaan Pd = -1½Q + 80 dan fungsi penawaran Ps = ½ Q - 20 bila pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 10,00 per unit, maka pernyataan yang benar berkaitan dengan data tersebut adalah …
1. Setelah subsidi jumlah keseimbangan pasar 55 unit
2. Subsidi yang diterima konsumen Rp 35,00
3. Keseimbangan pasar sebelum subsidi pada tingkat harga Rp 5,00 dan jumlah 50 unit
4. Subsidi yang diterima produsen Rp 25,00

70. Pasar persaingan sempurna mempunyai kebaikan …
1. Daya kreasi dan inovasi masyarakat berkembang baik
2. Modal memegang peranan penting
3. Persaingan bebas menyebabkan kualitas barang selalu meningkat sehingga konsumen diuntungkan
4. motivasi utama kegiatan ekonomi adalah mencari keuntungan

71. Yang merupakan ciri dari pasar input (faktor produksi)
1. Penawaran berasal dari rumah tangga konsumsi
2. Di pasar yang ditawarkan adalah tanah, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan
3. Permintaan berasal dari rumah tangga produksi
4. Merupakan aliran uang dari rumah tangga produksi kepada rumah tangga konsumsi

72. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan pemerataan pembangunan pemerintah melakukan berbagai kegiatan antara lain…
1. Subsidi beras (raskin)
2. Inpres Desa Tertinggal
3. Bantuan langsung tunai (BLT)
4. transmigrasi

73. Tugas Bursa Efek sebagai pasar modal adalah …
1. menyediakan sarana perdagangan efek
2. menyebarluaskan informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat
3. membuat peraturan yang berakaitan dengan kegiatan bursa
4. mencegah praktek transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan.

74. Yang termasuk Lembaga Penunjang Pasar Modal adalah …
1. Biro Adminitrasi Efek
2. Kustodian
3. Wali Amanat
4. Notaris

75. Yang termasuk profesi penunjang Pasar Modal adalah …
1. Notaris
2. Penasehat Investasi (Investment Advisor)
3. Akuntan Publik
4. Pialang

76. Manfaat mempelajari pendapatan nasional adalah …
1. mengetahui struktur perekonomian nasional
2. membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu
3. membandingkan perekonomian antar negara atau antar daerah
4. pedoman dalam penyusunan kebijakan pemerintah

77. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan meliputi komponen ..
1. Pengeluaran pemerntah
2. Upah
3. Hasil ekspor
4. Bunga

78. Dibawah ini yang termasuk jenis pengeluaran transfer payment adalah …
1. pembayaran gaji pegawai negeri
2. tunjangan untuk masyarakat miskin
3. pengeluaran untuk dana alokasi umum
4. pembayaran pensiun

79. Kenaikan harga barang terus menerus yang disebabkan meningkatnya jumlah permintaan, hal ini sering terjadi pada barang-barang kebutuhan sehari-hari menjelang lebaran. Inflasi yang demikian disebut …
1. Cost Push Inflation
2. Wages Push Inflation
3. Imported Inflation
4. Demand Pull Inflation

80. Pada saat pendapatan masyarakat Rp 3.000 milyar jumlah pengeluaran untuk konsumsi Rp 2.700 milyar. Pendapatan naik menjadi Rp 4.000 milyar maka jumlah tabungan masyarakat sebesar Rp 600 milyar. Dari data tersebut pernyataan yang benar adalah …
1. Fungsi konsumsinya adalah C = 400 milyar + 0,60Y
2. Konsumsi otonom pada saat pendapatan Rp 0,00 adalah Rp 600 milyar
3. Fungsi tabungannya adalah S = - 400 + 0,40Y
4. Jika pendapatan sebesar Rp 5.000 milyar maka jumlah untuk pengeluaran konsumsi Rp 4.100
milyar

Petujuk III
A. Jika pernyataan benar dan alasan benar keduanya ada hubungan
B. Jika pernyataan benar dan alasan benar tetap keduanya tidak ada hubungan
C. Jika pernyataan benar dan alasan salah
D. Jika pernyataan salah dan alasan benar
E. Jika pernyataan dan alasan salah
81. Permasalahan ekonomi adalah kelangkaan
SEBAB
Kebutuhan manusia tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas

82. Masalah ekonomi modern meliputi barang apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksinya dan kemanakah pemasaran barang setelah diproduksi
SEBAB
Barang-barang kebutuhan dibagi menjadi barang bebas dan barang ekonomis

83. Makanan, pakaian, perumahan tergolong kebutuhan primer
SEBAB
Kebutuhan primer pemenuhan diutamakan untuk kelangsungan hidup manusia

84. Dalam sistem ekonomi terpusat daya kreasi warga negara tidak berkembang dengan baik
SEBAB
Dalam sistem terpusat seluruh kegiatan ekonomi meliputi produksi, distribusi dan konsumsi
diserahkan kepada masyarakat

85. Ikan memiliki kegunaan unsur bagi pemenuhan kebutuhan gizi manusia karena terdapat protein
SEBAB
Nelayan menangkap ikan di laut dibawa ke pasar ikan agar ikan bermanfaat bagi masyarakat

86. Rumah tangga produksi mempunyai fungsi sebagai agen pembangunan artinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SEBAB
Untuk memprduksi barang maka rumah tangga memerlukan faktor-faktor produksi

87. Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atau penyetoran modal investor dalam perusahaan.
SEBAB
Jika seseorang membeli saham suatu perusahaan berarti dia telah menyertakan modal ke dalam
perusahaan tersebut sebanyak jumlah saham yang dibeli.

88. Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa perusahaan yang mengeluarkan obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bungan secara berkala maupun pokok utang pada waktu jatuh tempo.
SEBAB
Pemilik Obligasi tidak memiliki resiko kehilangan uang yang telah digunakan untuk membeli surat
berharga tersebut.

89. Pendapatan nasional dapat menecerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat
SEBAB
Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk negara bersangkutan.

90. Pemerintah menempuh kebijakan operasi pasar terbuka untuk mengatasi inflasi.
SEBAB
Operasi pasar terbuka adalah menaikkan suku bunga bank sehingga masyarakat banyak menabung.

91. Masalah yang sulit untuk diatasi bangsa Indonesia adalah jumlah pengangguran yang setiap tahun selalu bertambah sejalan dengan bertambah usia angkatan kerja.
SEBAB
Jumlah penawaran tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah permintaan kerja

92. Dalam rumah tangga konsumsi pendapatan yang diterima akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi dan sisanya akan ditabung.
SEBAB
Jumlah pendapatan selalu lebih besar daripada pengeluaran.

93. Uang sangat penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat
SEBAB
Fungsi uang sebagai alat tukar, alat pembayaran, alat satuan hitung dan alat pemindah kekayaan.

94. Jumlah permintaan uang sejalan dengan dengan kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk keperluan transaksi, berjaga-jaga dan berspekulasi.
SEBAB
Menurut Irving Fisher jumlah uang yang beredar dipengaruhi oleh kecepatan perputaran uang, harga barang di pasaran dan jumlah barang yang diperdagangkan.



95. Bank Sentral memiliki fungsi sebagai the lander of resort bagi bank-bank umum.
SEBAB
Bank-bank umum memperoleh Kredit Likuiditas Bank yang diberikan pihak bank Sentral.

96. Bank Syariah adalah bank yang mendasarkan kegiatannya menggunakan syariat Islam tujuannya untuk melayani umat Islam yang mempunyai keyakinan bahwa bank konvensional masuk kategori praktek riba yang dilarang oleh agama.
SEBAB
Bank konvensional mengenakan tarip bunga yang sangat memberatkan nasabah.

97. Cek adalah salah bentuk uang giral yang dikeluarkan oleh bank.
SEBAB
Cek lebih praktis daripada penggunaan uang kartal karena aman, bisa dalam jumlah besar, dapat dibawa kemana-mana tanpa dicurigai orang lain.

98. Bank umum mempunyai tugas pokok sebagai perantara kredit
SEBAB
Aktivitas dari bank umum adalah menghimpun dana dari masyakat dan memberikan pinjaman kepada masyakat.

99. Lembaga keuangan bukan bank berfungsi sebagai lembaga untuk memperkuat modal masyarakat dan memberikan jaminan kepada masyarakat.
SEBAB
Perum Pegadaian, PT Asuransi Jiwasraya, FIF, PT Inter Pacific Financial Corp adalah termasuk lembaga keuangan bukan bank.

100. Tujuan pemerintah menempuh kebijakan moneter adalah untuk mengendalikan kestabilan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
SEBAB
Nilai rupiah kita dibanding dengan mata uang negara lain termasuk paling stabil.


---- Selamat mengerjakan ----

Selasa, 19 Januari 2010

Artikel Islam

Kehidupan Sehari-hari yang Islami

1. Apakah anda selalu shalat subuh berjamaah di masjid setiap sehari ?

2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang lima waktu di masjid ?

3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an ?

4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib ?

5. Akakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum atau sesudah shalat wajib ?

6. Apakah anda hari ini khusyu dalam shalat, menghayati apa yang anda baca ?

7. Apakah anda (hari ini) mengingat mati dan kubur ?

8. Apakah anda (hari ini) mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya ?

9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak tiga kali agar memasukkan anda ke dalam sorga?
Sesungguhnya barangsiapa yang memohon demikian, sorga berkata; “Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam sorga”.

10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali?
Sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata;”Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka".(Berdasarkan hadits Rasulallah Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya, "Barangsiapa yang memohon sorga kepada Allah sebanyak tiga kali, sorga berkata; “wahai Allah masukkanlah ia ke dalam sorga.” Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata; “wahai Allah selamatkan ia dari api neraka” HR Tirmidzi dishahihkan oleh syaikh Al Albani dalam shahih Al Jami’ no. 911.

11. Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam?

12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?

13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?

14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?

15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?

16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosamu?

17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid?
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal diatas tempat tidur” H.R.Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Hakim dan ia menshahihkannya.

18. Apakah anda telah berdoa kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda atas agamaNya ?

19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdoa kepada Allah di waktu-waktu yang mustajab?

20. Apakah anda telah membeli buku-buku Islam untuk memahami agama?

21. Apakah anda telah memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? karena setiap mendo’akan mereka engkau akan mendapatkan kebajikan pula.

22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepadaNya atas nikmat Islam?

23. Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?

24. Apakah anda hari ini telah besedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya ?

25. Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi dan berusaha untuk marah apabila aturan-aturan Allah dilanggar?

26. Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri?

27. Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah?

28. Apakah anda telah mendakwahi keluarga, saudara-saudara, tetangga dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda ?

29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?

30. Apakah anda mengucapkan “innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” jika mendapatkan musibah?

31. Apakah anda hari ini mengucapkan doa ini,

اللْهمَّ إنِيّ أعُوذ بِكَ أنْ أشْركَ بِكَ وَأنَا أعْلَمُ وَأسْتَغْفِركَ لِمَا لا أعْلَم


“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepadaMu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui.”
Barangsiapa mengucapkan demikian, Allah akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al Jami’ no 3625).

32. Apakah anda berbuat baik kepada tetangga?

33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?

34. Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya?

35. Apakah anda takut kepada adzab Allah sehingga hati-hati dalam hal penghasilan, makanan dan minuman serta pakaian?

36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya disegala waktu atas segala dosa dan kesalahan?

Wahai saudaraku seiman...

Jawabalah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan agar engkau menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat insya Allah.

Aurat
Oleh: Hasan Husen Assagaf

AURAT adalah bagian tubuh yang wajib ditutup dan haram melihatnya. Dalam hukum fiqih aurat laki laki antara pusar dan lutut, sedang aurat perempuan, karena sangat sensitive, seluruh tubuhnya kecuali muka dan tapak tangan. Menutup aurat adalah cabang dari iman. Yang tidak menutupnya berarti tidak ada iman, yang tidak punya iman berarti tidak punya malu. Jelasnya, malu termasuk cabang dari iman. Iman amat berkaitan dengan malu. “Bila malu hilang hilanglah iman, jika iman hilang malupun ikut terbang”. Itu yang kita dapatkan dari hadith Rasulallah saw.

Saat Nabi Adam as dan istrinya Hawa turun ke bumi, keduanya dalam kondisi tak sehelai benangpun di tubuh mereka. Menyadari hal itu Adam as dan Hawa segra mencari dedaunan dan kulit pohon untuk dijadikan pakaian yang menutupi aurat mereka. Padahal pada saat itu tidak ada seorang pun yang melihat, kecuali mereka berdua, suami istri. Tapi mereka berusaha menutupi aruat mereka masing masing karena rasa malu mereka yang sangat tinggi.

Ada cerita tentang Balqis, ratu negri Saba-Yaman ketika berkunjung ke istana nabi Sulaiman. Ia tercengang melihat kemewahan dan keindahan istana. Saking kagumnya Ratu Balqis menarik abayanya (rok panjangnya) karena ia mengira lantai istana digenangi air. Padahal itu semua karena kecanggihan istana Sulaiman as. Roknya sempat terangkat dan betisnya pun sempat terlihat. Walaupun kejadian itu hanya sekejap tapi cukup membuat ratu Balqis malu besar, mukanya merah padam dan segra menutup betisnya.

Diriwayatan pernah siti Aisyah ra bertanya kepada Rasulallah saw,

“Wahai Rasulallah, betulkan nanti di hari kiamat para perempuan dikumpulkan bersama lelaki kesemuanya dalam keadaan tanpa busana?”

Rasulallah pun menjawab,

“Betul”

Mendengar yang demikian Aisyah ra menangis sejadi-jadinya dan berkata,

“Alangkah malunya, alangkah malunya, ya Rasulallah”

Namun beliau kemudian menjelaskan,

“Wahai Aisyah, di akhirat nanti manusia sibuk dengan dirinya masing-masing sehingga tidak ada waktu dan kesempatan untuk memperhatikan aurat orang lain.”

Hadisth ini dimuat sebagai gambaran seorang wanita yang kuat imannya dan memiliki rasa malu yang dalam.

Cerita tentang aurat tentu kita bertanya kenapa Rasulallah saw lahir dalam keadaan sudah berkhitan? Kalau kita sering membaca kitab maulid tentu kita akan mendapatkan jawabannya. Rasulallah lahir dalam keadaan berkhitan agar tidak ada yang melihat auratnya dari pandangan orang lain. Dan itu merupakan sebagian dari kemuliaan Allah yang diberikan kepada beliau. Jelasnya beliau terpelihara dan terjaga dari keburukan, kejelekan, dosa dan kemaksiatan.

Satu kali, ketika Rasulallah saw masih kecil ikut memperbaiki Ka’bah bersama sama orang Quraisy Makkah. Beliau pun ikut gotong royong membatu mengangkat sebuah batu yang cukup besar dan berat sehingga qamis beliau tersingkap. Tiba tiba batu itu jatuh dan mengenai kakinya sampai beliau pingsan. Dengan jatuhnya batu maka qamis beliau kembali menutup aurat beliau yang tersingkat.

Dulu derajat malu khususnya dikalangan wanita sangat tinggi. Sangat jarang kita dapatkan wanita keluar rumah. Kalau keluar, auratnya selalu ditutup rapat-rapat dan selalu disertai mahram untuk menjaganya. Orang tua atau suami sangat cemburu bila aurat anaknya atau istrinya dilihat orang lain.

Dulu orang selalu menjaga kadar iman dan menempatkan kaum wanita pada posisinya sesuai dengan syariat yang diajarkan agama. Makanya mereka selalu menjaga keturunan mereka dan memelihara auratnya serapi mungkin sejak kecil. Mereka berikan pakaian yang sesuai dengan standar syariat, tidak diobral semaunya, apalagi dipamerkan di halayak ramai. Karena aurat wanita secara otomatis berbeda dengan pria amat berharga dan sensitive bisa mengundang orang berbuat dosa.

Berbeda dengan zaman sekarang aurat, maksiat, kerusakan sudah menjadi lumrah dan sulit dibendung. Benar apa yang dikatakan Ahmad Syauqi, “kukuhnya satu bangsa terletak pada moralnya. Apabila moralnya rusak, maka bangsa tersebut ikut bejat”. Adapun salah satu penyebab kehancuran moral dan akhlak karena pengaruh pornografi. jadi sangat wajar sekali jika dilakukan pelarangan terhadap majalah Play Boy dan majalah majalah lainnya di Indonesia yang masih menyajikan hal-hal yang berbau porno.

Sudah barang tentu ada beberapa cara yang digunakan untuk menyelamatkan moral dan akhlak bangsa sesuai dengan yang dianjurkan Rasulallah saw. Pertama mereka yang mampu berda’wah dengan kekuatan. Yaitu orang yang bisa merubah dengan tangannya jika melihat kemungkaran dan kemaksiatan. Kedua mereka yang mampu berdakwah dengan lisannya. Sedang yang paling lemah ialah yang hanya mampu menjahui dan membenci di dalam hati tanpa berbuat apa-apa.

Memang ada hadits yang mengatakan “katakanlah yang hak (benar) walaupun yang benar itu pahit”. Hadist ini jelas menyuruh meluruskan, memperbaiki atau tegasnya merobah apa-apa yang dilihat salah, tapi bukan dengan kekerasan, bukan dengan emosi, bukan dengan caci maki. Hati seorang muslim itu bukan batu, ia tidak sekeras batu. Batu saja masih lunak jika terus menerus ditetesi air.

Jadi, cara menyampaikan yang haq (benar) pun harus bijaksana dan dengan menggunakan bahasa yang sopan, lembut dan menyentuh. Satu kali Khalifah Makmun putra Harun Al-Rasyid dikritik, dikecam dengan pedas dan disertai caci-maki oleh sekelompok orang. Beliau sangat marah dan menyuruh orang yang mengeritiknya membuka Al-Quran surat Thaha ayat 43-44, dimana Allah menyuruh kepada nabi Musa dan Harun as untuk mendatangi Firaun dan berbicara kepadanya dengan kata-kata yang lembut (qaulan layyinan). Makmun putra Harun Al-Rasyid menegaskan bahwa dirinya adalah seorang muslim masih jauh lebih baik dibandingkan dengan Firaun yang musyrik, bahkan mengaku Tuhan.

Wallahualam
Sekelumit Tentang Fatimah Putri Nabi
Oleh: Hasan Husen Assagaf

”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.” (Al Hadis).

Kata ‘Fatimah’ berasal dari suku kata ‘Fathama’ yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Sebuah riwayat menyebutkan, dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah ingin menjauhkan putri bungsu Rasulallah saw dari neraka. Dari cintanya Rasulallah kepada Fatimah, belilau selalu menyebut nyebut fatimah sebagai contoh dan perumpamaan, misalnya “ jika anakku Fatimah mencuri, aku akan potong tangannya” hadisth ini menggambarkan bagaimana Rasulallah saw tidak pilihkasih dalam menegakkan hukum agama, sampai sampai ia bersedia memotong tangan anaknya yang paling dicintainya, Fatimah, jika ia mencuri demi untuk menegakkan keadailan.

Fatimah juga disebut al-Battul yang berarti memisahkan, karena kenyataannya ia memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lainnya, baik dari segi keutamaan, agama dan kecantikannya. Ada lagi yang mengatakan, karena ia memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah. Di kalangan suku Quraisy, Fatimah dikenal fasih dan pintar.

Fatimah dilahirkan di Makkah tahun 18 sebelum Hijrah Nabi SAW. Dia adalah putri bungsu Rasulallah saw setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda. Fatimah sangat terkenal di dunia Islam, karena ia hidup paling dekat dan paling lama bersama Rasulallah saw. Dari dialah keturunan Rasulallah saw (ahlul Bait) berkembang yang tersebar di hampir semua negri Islam.

Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib setahun setelah hijrah. Pada waktu itu Tidak sedikit dari orang orang Quraisy yang ingin menikahinya. Ya maklum, selain cantik rupawan, ia adalah perempuan terhormat, anak Rasulullah saw. Dia pernah dilamar oleh Sayyidina Abu Bakar dan Umar, sahabat terdeket Rasulallah saw, namun ditolak secara halus oleh beliau.

Fatimah sangat sederhana dalam berumah tangga dengan imam Ali ra, bahkan sering kekurangan. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudungnya pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah. Namun demikian, mereka tetap bahagia sebagai suami istri sampai akhir hayat.

Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah saw. Putri yang sangat dicintai Nabi saw. Suatu waktu Rasulallah saw pernah mengatakan kepada imam Ali ra, ”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.” Ini dikatakan oleh Rasulullah saw sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada imam Ali ra. Imam Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah saw.

Pernah Rasulallah saw marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah ra akan dimadu Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Ketika mendengar rencana itu, Rasulallah saw pun langsung masuk ke masjid dan naik ke atas mimbar, lalu berseru, “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi aku tidak akan mengizinkan. Sungguh aku tidak izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, dan aku persilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.” Begitulah kurang lebih bunyi hadist Rasulallah saw.

Sekarang, kalau Rasulallah saw melarang imam Ali bin Abi Thalib ra untuk memadu putri beliau, Fatimah ra. Maka saya yakin hampir setiap orangtua di dunia tidak akan rela jika putrinya dimadu. Karena, seperti dikatakan Rasulallah saw, perbuatan itu akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.

Hadist di atas juga merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah saw kepada putri bungsunya. Memang benar Rasulallah saw sangat sayang kepada Fatimah. Sampai sampai waktu sakit keras menjelang wafatnya, beliau tidak henti hentinya menagis karena berat meninggalkan anaknya yang dicintainya.

Fatimah meninggal enam bulan setelah wafatnya Rasulallah saw dalam usia 28 tahun. Merasa ajal sudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Thalib. Sebelum meninggal ia sempat berwasiat. Anda tahu apa wasiatnya? “hanya Ali, suamiku, yang boleh menyentuh tubuhku”.

Wallahua’lam.


PEREMPUAN

SOSOK laki laki tua, bertubuh kasar, berambut putih berdiri tegak di muka anak anaknya. Mukanya merah padam, matanya melotot dan tangannya diacungkan ke arah mereka. “Kalian semua goblog, bodoh dan belum mengerti apa maksud yang aku lakukan untuk iparmu”, ujar sang ayah yang sedang marah setengah mati kepada mereka. Masalahnya sangat sepele. Sang ayah mencitai mantunya dan mendapat perhatian sang ayah melebihi dari mereka. Ini yang membuat mereka menjadi kelotokan dan benci. Kebencian ini menimbulkan sengketa besar. Sang ayah selalu mendukung mantunya yang menambah keributan menjadi lebih sengit antara sang ayah dan anak anaknya.

Seminggu setelah keributan, sang ayah mengundang semua anak dan mantunya untuk makan siang bersama. Selesai makan, sang ayah menyuruh anak perempuannya masuk ke kamarnya alasannya ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara sang ayah berteriak dengan nada keras membentak anak perempuannya. “Buka bajumu!”, kata sang ayah. Anaknya bingung bukan kepalang kenapa sang ayah secara tiba tiba berobah. Karna takut padanya, terpaksa anak perempuan itu melocotkan bajunya hanya yang tersisa, maaf, kutang dan celana dalamnya. Kemudian terdengar lagi teriakan sang ayah dari dalam kamar dengan nada lebih keras “Keluar! Ayo keluar!”. Perintah sang ayah yang kedua ini sangat sulit diterima. Ia membantahnya. Tapi sang ayah menyeret dan memaksanya agar tetap menurut perintahnya. Dengan sangat terpaksa akhirnya ia keluar juga dari kamar sambil menangis dengan aurat terbuka.

Semua yang berada di ruang makan heran dan tidak ada yang berkomentar. Saudara-saudaranya hanya melihat dan tidak mengeluarkan reaksi apa apa. Begitu pula ibunya hanya melongo dan melotot melihat kejadian ini. Apalagi adik perempuannya tutup mulut, bungkam dan tidak berani berkutik dan bertindak apa apa. Semua yang ada di ruang makan hanya bisa melihat apa yang didilakukan sang ayah.

Tiba tiba..suaminya (mantu sang ayah) dengan tidak sadar, begitu melihat istrinya keluar dari kamar dalam keadaan yang tidak sopan, langsung menarik supra makan dan lari menutupi aurat istrinya yang sedang berdiri menangis. Ditutupi tubuhnya dengan supra, dirangkulnya dan dimasukan kedalam kamar.

Setelah itu, sang ayah keluar dari kamar dan berkata “Nah! sekarang kalian tahu kenapa aku menaruh perhatian kepada mantuku dan kenapa aku mencintainya. Karna dia menaruh perhatian pada anakku dan mencintainya. Kalian berdua tidak ada yang bangun menutupi aurat adikmu. Kamu tahu, hidup itu harus membawa missi bukan untuk sendiri, harus saling mencintai antara keluarga, lingkungan dan masyarakat. Jangan hidup untuk dirimu tok. Berartilah untuk sesama. Orang egois seperti benalu. hidup subur tapi mematikan yang lain. Manusia yang hidup hanya untuk dirinya, sadar atau tidak sadar merusak kehidupan dan lingkungan”.

Masya Allah, suguh arif dan bijaksana sosok laki kaki tua itu, sungguh adil, cermat dan wibawa. Semua kekerasan dan tindakan kasar yang dilakukannya demi mendidik anak anaknya bahwa hidup ini tidak kerdil, picik dan eqois. Akan tetapi hidup ini penuh dengan rasa cinta, penuh dengan rasa sayang terhadap sesama keluarga, penuh dengan perhatian terhadap lingkukang dan masyarakat.

Pula tindakan sang ayah trb menunjukan kecintaan dan perhatiannya terhadap anak perempuanya melebihi dari kecintaan dan perhatiannya terhadap kedua anak laki lakinya. Ia tahu persis bahwa yang diperbuat itu akan mendapat ridho Allah dan akan memperoleh derajat yang luhur dari Nya. Karna Allah telah menjajikan surga dan derajat yang luhur bagi yang dianugrahi anak perempuan dan bisa memelihara dan menjaganya sehingga berketurunan.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, Rasulallah saw bersabda “Siapa yang dianugrahi dua anak perempuan dan menjaga mereka sehingga dewasa dan berketurunan, maka Allah menyamakan baginya derajat setinggi derajatku di surga”.

Islam tidak cukup hanya menganjurkan kita untuk menjaga anak-anak perempuan dan memelihara mereka. Akan tetapi Islam menganjurkan pula untuk berbuat baik, berkata baik, berkelakuan baik dan bermuamalah baik terhadap mereka. Rasulallah saw telah bersabda “Sebaik baiknya diantara kalian adalah yang berbuat baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargaku. Orang yang menghargai dan menghormati perempuan adalah orang arif dan karim sedang orang yang menghina dan tidak memperhatikan perempuan adalah orang kejam dan keji”.

Pada Haji Akbar tahun 10H, Rasulallah saw menunaikan ibadah haji Wada’ bersama sama keluarganya, sahabatnya dan umat Islam yang bilanganya tidak kurang dari 100 ribu. Haji Wada’ ini merupakan haji yang terakir dilakukan Rasulallah saw. Tiga bulan setelah itu beliau pulang ke rahmatullah memenuhi panggilaan Nya. Pada Haji Wada’ ini, beliau telah berkhutbah di hadapan ratusan ribu umat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji bersama sama beliau. Khutbah ini merupakan khutbah yang syamil, sempurna dan terkumpul di dalamnya semua masalah-masalah agama, sehingga dinamakah “Al-Khutbah Al-Jamia’h”.

Pada saat itu, Rasulallah wukuf bersama sama karabatnya, sahabatnya dan umat Islam di Padang Arafat. Semua berkumpul dengan pakaian serba putih, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya, tidak ada perbedaan antara kulit hitam dan putih. Semua tunduk, taat dan khusyu’ dihadapan Pencipta alam semesta. Semua berkata “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Labikaika Allahuma Labaik”. Pada saat itu Rasulallah naik keatas jabal Arafah. Dari sana beliau berpesan dan bewasiat kepada umatnya, pesan dan wasiat yang terakhir. Diantara pesan dan wasiat beliau yang panjang lebar, terselip pesan dan wasiat yang berbunyi: “Bertakwalah kalian kepada Allah. Aku berpesan dan berwasiat kepada kalian agar menjaga dan berbuat baik terhadap perempuan”

Kecintaan dan perhatian Rasulallah saw terhadap perempuan melebihi dari kecintaan dan perhatianya terhadap yang lain. Beliau telah dianugrahi empat anak perempuan dari istrinya pertama Khadijah binti Khuailid ra (Umu Kaltsum, Ruqayyah, Zainab dan Fatimah) semua hidup sampai dewasa dan berkeluarga. Alangkah mesranya beliau hidup bersama mereka. Mereka semua mendapat kecintaan, penghormatan dan penghargaan dari beliau secara berlebih-lebihan.

Pernah satu kali, Siti Fatimah, anak beliau yang paling bontot, datang bertamu ke rumah beliau. Ketika Rasulallah saw melihat Siti Fatimah berada di muka pintu. Beliau berdiri dari tempat duduk dan segra bangun menyabut kedatangan anak bungsunya Fatimah. Rasulallah saw mengelar burdah (serban) beliau dan diduduki Fatimah di atas burdah berdekatan dengan beliau. Fatimah mecium tangan dan kepala beliau. Begitu pula Rasulallah saw menciumnya dengan penuh kecintaan, penghargaan , dan penghormatan. Itulah contoh yang patut ditiru dari Nabi kita Muhammad saw untuk kita jadikan ladang penghormatan, penghargaan dan kecintaan terhadap kaum wanita.

Terakhir, saya akan bawakan dalam obrolan ini contoh dari sahabat Nabi, Umar bin Khattab di saat anak perempuanya Hafsa binti Umar ditinggal oleh suaminya Khunais bin Hudhafa karna mati syahid dalam peperangan Badr. Pada saat itu Hafsa berusia 18 tahun, masih terlalu muda untuk menjadi janda. Umar bin Khattab ra menangis dan sangat sedih sekali memikirkan nasib anak perempuanya. Siang malam difikirkannya dan mejadi beban yang sangat berat untuk dipikul. Hafsa sendiri tidak sesedih ayahnya.

Dengan tampak tedeng aling aling, Umar ra menawarkan Abu Bakar siddik ra untuk menyuntingnya. Beliau menolak dengan baik. Penolakannya membuat Umar ra menjadi lebih sedih. Kemudian Umar ra tidak segan segan pula menawarkan Utsman bin Affan ra agar bisa mengambil anaknya Hafsa sebagai istrinya. Utsman pun menolaknya dengan baik. Hal ini menambah kesedihannya menjadi lebih parah lagi.

Akhirnya, Umar ra datang kepada Rasulallah saw untuk mengadukan kesedihannya, karna beliau adalah satu satunya orang yang bisa memberi ketenangan dan ketentraman dalam kehidupanya. Rasulallah saw mendengar aduan Umar ra dengan penuh perhatian dan rasa terharu. Setelah itu beliau berkata: “Hafsha akan disunting orang yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman”. Tentu tidak ada makhluk di dunia ini yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman selain Rasulallah saw.

Tidak bisa dilukiskan betapa gembiranya sayyidina Umar mendengar tawaran Rasulallah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Betul betul ini merupakan surprise dan kejutan baginya karena orang yang paling termulia di dunia akan menjadi mantunya. Dari senangnya, beliau lari terbirit birit mejuju rumahnya untuk mengabarkan Hafsha bahwa ia akan menjadi istri Rasulallah, akan menjadi pendamping Rasulallah raw, akan menjadi manusia yang berpangkat luhur di sisi Allah, akan menjadi “Ummul Muminin”.

Begitulah Umar bin Khattab ra yang pernah mengubur hidup hidup anak perempuanya pada zaman Jahiliyah dan merasa terhina dan tercela jika medapatkan anak perempua sesuai dengan firman Allah dalam Al Qura’n “Padahal apabila salah seorang diantara mereka diberi kabar gembira (kelahiran anak perempuan) dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah. Jadilah mukanya hitam pekak, sedang dia amat menahan sedih”. Akan tetapi setelah masuk Islam, Umar ra berobah 180 derajat menjadi manusia yang menghargai, menghormati anak perempuanya.

Terakhir saya tutup obrolan ini dengan firman Allah yang berbunyi didalam Surat An-Nisa’ yang artinya Surat Perempaun. Surat ini disebut di dalam Al Qura’n sebagai tanda penghormatan Islam terhadap kaum perempuan: “Tentang bapak-bapak mu dan anak anak laki-laki mu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfa’at bagimu “. Dan saya bawakan pula hidits al Qudsi yang berbunyi: Jika lahir anak laki laki maka Allah berkata kepadanya: “kaluarlah kamu dan bantulah orang tuamu”. Akan tetapi jika lahir anak perempuan maka Allah berkata kepadanya: “Keluarlah kamu dan aku akan bantu orang tuamu”.

Sekarang mana yang lebih indah bantuan Allah atau bantuan manusia?

Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan,

Sabtu, 16 Januari 2010

Materi Dakwah

MERAIH SURGA DENGAN BIRRUL WALIDAIN

Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imron: 133)
Dan dalam ayat lain berfirman, artinya, “Dan untuk yang demikin itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. al-Muthaffifin: 26)
Dan dalam ayat lain Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat, Artinya, “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.” (QS. ash-Shaffat: 61)
Dalam ketiga ayat ini Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berlomba-lomba dan bersegera dalam mendapatkan Jannah (surga) Nya,
Ada beberapa jalan untuk meraih Jannah, dan di antara jalan-jalan itu adalah Birrul Walidain (ta’at kepada orang tua). Cukup banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan tentang itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah subhanahu wata’ala merangkaikan ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepada-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak,…” (QS. an-Nisa: 36)
Dan juga Dia subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. al-Isra: 23)
Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala menunjukkan tentang keutamaan ‘Birrul Walidain’ (berbakti kepada orang tua). Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan tentang keutamaan ‘Birrul Walidain’, di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik? “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Bapakmu”. (HR. Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)
Dan dalam hadits lain disebutkan, artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ijin kepadanya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Berjihadlah (dengan berbakti) pada keduanya.” (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)
Keutamaan ‘Birrul Walidain’ yang lain adalah bahwa hal itu merupakan sifat para Nabi’alaihimussalam. Allah subhanahu wata’ala mengisahkan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam firman-Nya, artinya, “Ibrahim berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam: 47). Juga pujian Allah subhanahu wata’ala kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, artinya, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32 )
Itulah sirah dan sikap para Nabi ‘alaihimussalam kepada orang tua mereka, dan jalan mereka itulah jalan yang lurus/ shirathal mustaqim, yang selalu kita minta dalam setiap shalat kita. Dan inilah salah satu jalan untuk meraih surga. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa berbuat baik kepada keduanya bukan berarti kita harus melaksanakan semua perintah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik, dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman:15)
Sa’ad bin Waqqoshradhiyallahu ‘anhuberkata, “Diturunkan ayat ini (QS. Luqman: 15) berkaitan dengan masalahku. Dia berkata, “Aku adalah seorang yang berbakti kepada ibuku, maka tatkala aku masuk Islam, dia berkata, “Wahai Sa’ad apa yang aku lihat dengan apa yang baru darimu?” “Tinggalkan agama barumu itu kalau tidak, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati sehingga kamu dicela dengan sebab kematianku dan kau akan dipanggil dengan wahai pembunuh ibunya”. Maka aku katakan kepadanya, “Jangan kau lakukan wahai ibuku, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan agamaku ini untuk siapa saja”. Maka dia (ibu Sa’ad) diam, tidak makan selama sehari semalam, maka dia kelihatan sudah payah. Kemudian dia tidak makan sehari semalam lagi, maka kelihatan semakin payah. Maka tatkala aku melihatnya aku berkata kepadanya, “Hendaklah kau tahu wahai ibuku, seandainya kau memiliki seratus nyawa, dan nyawa itu melayang satu demi satu, maka tidak akan aku tigggalkan agama ini karena apapun juga, maka kalau kau mau makan makanlah , kalau tidak maka jangan makan”. Lantas diapun makan.” (Tafsir Ibnu Katsir)
Allah subhanahu wata’ala menyediakan balasan/ pahala yang besar bagi siapa yang taat pada orang tuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR Tirmidzi kitab al-Birr wa ash-Shilah, dishahihkan oleh al-Albany). Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah perbuatan yang paling utama?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Iman kepada Allah dan RasulNya”. “Kemudian apalagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Berbuat baik kepada Orang tua.” Kemudian apalagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Berjuang di jalan Allah.” (HR. Bukhari kitab al-Hajj dan Muslim bab Bayan kaunil iman billah min afdhailil a’mal)
Dan pahala yang besar ini tidak mudah diperoleh kecuali dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada orang tua kita. Ada beberapa kewajiban kita terhadap orang tua, di antaranya:
Yang pertama: Berbuat baik kepada keduanya baik dengan perkataan atau perbuatan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “Ah”, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS: al-Qur’an-Isro: 23)
Yang kedua: Rendah hati terhadap keduanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan”. (QS: al-Isro: 24)
Yang ketiga: Mendoakan keduanya baik semasa hidupnya ataupun sesudah meninggalnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS: al-Isro: 24)
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila anak Adam mati maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim kitab al-Washiyyah)
Yang Keempat: Mentaati keduanya dalam kebaikan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah kamu mengikuti keduanya , dan pergaulilah keduanya dengan baik”. (QS: Luqman: 15)
Yang Kelima: Memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila meninggal dalam keadaan Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman menceritakan tentang nabi Ibrahim ’alaihissalam Artinya, “Ya Tuhan kami beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab/ kiamat”. (QS Ibrohim: 41)Juga firman-Nya tentang Nabi Nuh ’alaihissalam, Artinya, “Ya Tuhanku ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS: Nuh: 28)
Yang Keenam: Melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak bertentangan dengan syari’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat hutang ibunya wajib dilunasi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan bahwa hutang kepada Allah subhanahu wata’ala berupa shaum nadzar lebih berhak untuk dilunasi.
Yang Ketujuh: Menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti: Paman dan bibi dari kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik hubungan/ silaturahim adalah hubungan/ silaturohim seorang anak dengan teman dekat bapaknya.” (HR. Muslim kitab al-Qur’an-birr wash shilah).
Yang Kedelapan: Memuliakan teman-teman mereka berdua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta Khadijah radhiyallahu ‘anha, maka kita muliakan pula teman-teman istri kita. Dan teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena di dalamnya ada penghormatan kepada orang tua kita.
Semoga Allah subhanahu wata’ala tidak menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa berbuat baik kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu jalan untuk meraih surga.

Tiga Pondasi Umat

dakwatuna.com - “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat ihsan, serta memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (An-Nahl: 90).
Ayat ini merupakan diantara sekian ayat yang terbilang paling akrab di telinga kaum muslimin karena biasa dijadikan ayat penutup yang dibaca oleh khatib sebelum mengakhiri khutbah jum’at atau khutbah hari raya. Secara cermat ditemukan bahwa redaksi ayat ini bersifat umum, karena perintah Allah dalam ayat ini tidak ditujukan kepada sasaran tertentu, misalnya “Ya’murukum” (memerintah kalian) seperti dalam ayat-ayat yang lain, tetapi cukup dengan kata “Ya’muru” (memerintah). Sehingga ayat ini harus dipahami sebagai ayat universal yang mengikat seluruh hamba Allah tanpa ada beban fanatisme golongan, ideologi, suku bangsa dan sebagainya. Karena secara fithrah memang manusia dilahirkan membawa prinsip-prinsip kebaikan yang diperintahkan dalam ayat ini dan membenci perilaku keburukan yang dicegah dalam ayat ini. Bahkan dengan tegas -karena melihat kandungan yang terangkum di dalam ayat ini- Abdullah bin Mas’ud ra sampai menyimpulkan bahwa ayat ini adalah ayat yang paling komprehensif (yang paling luas cakupannya) di dalam Al-Qur’an tentang kebaikan-kebaikan yang diperintahkan dan keburukan-keburukan yang harus dicegah.
Bagi Utsman bin Madh’un, ayat ini memiliki keistimewaan dan kesan tersendiri. Pada mulanya, ia memeluk Islam hanya karena malu dengan Rasulullah saw. Namun ketika ia berada di sisi Rasulullah saw dan ikut menyaksikan peristiwa saat ayat ini turun, ia merasakan satu kekuatan iman yang menembus ke dalam hatinya. Ia mulai yakin akan keagungan prinsip-prinsip hidup dan kehidupan yang akan ditegakkan oleh Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad mengenai sebab turun ayat ini, bahwa Abdullah bin Abbas menceritakan, “Ketika Rasulullah saw sedang duduk di halaman rumahnya, tiba-tiba Utsman bin Madh’un melintas di depan. Maka Rasulullah memanggilnya dan mengajaknya duduk bersama. Namun ketika sedang berlangsung pembicaraan diantara keduanya, tiba-tiba Rasulullah menengadahkan pandangannya ke langit beberapa saat, kemudian menundukkan kepalanya dan bergeser dari tempat duduknya ke sebelah kanan. Beliau menganggukkan kepala seakan-akan mengiyakan apa yang disampaikan kepadanya. Selang beberapa saat, beliau kembali mengangkat pandangannya ke langit seperti yang terjadi pada kali pertama, lantas beliau kembali ke tempat duduknya di samping Utsman bin Madh’un. Maka melihat kejadian yang tidak biasa tersebut, Utsman bertanya kepada Rasulullah saw, “Hai Muhammad, kenapa aku melihat engkau tadi mengangkat pandanganmu ke langit dan mengangguk-anggukan kepala seakan-akan mengiayakan sesuatu dan engkau bergeser menjauh dariku?”. Rasulullah balik bertanya, “Apakah engkau tadi memperhatikan apa yang terjadi?”. Utsman menjawab singkat, “Ya”. Rasulullah berkata, “Telah datang kepadaku tadi seorang Rasul Allah”. Dengan nada terkejut Utsman bertanya, “Seorang Rasul Allah?”. Rasulullah menjawab, “Benar”. Utsman bertanya lagi, “Apakah yang ia sampaikan kepadamu?”. Rasulullah menjelaskan, “Ia datang membawa wahyu kepadaku” Lantas Rasulullah membacakan surah An-Nahl ayat 90″.
Dalam riwayat Al-Qurthubi, setelah kejadian ini, dengan modal keyakinan yang mendalam Utsman bin Madh’un lantas membacakan ayat ini kepada Al-Walid bin Al-Mughirah, seorang yang sangat dikenal piawai dalam dalam bidang sastra di kalangan orang-orang Arab pada masa itu. Demi mendengar ayat tersebut dibacakan kepadanya, spontan keluar dari lisannya pernyataan yang memeranjatkan semua orang, termasuk para pemuka Quraisy yang memang menaruh dendam kepada Rasulullah, “Demi Allah, sungguh Al-Qur’an ini memiliki kelezatan dan keindahan. Di atasnya berbuah dan di bawahnya berakar, dan ini bukanlah kata-kata manusia”. Bahkan diriwayatkan bahwa Al-Walid meminta Utsman untuk mengulangi bacaan ayat ini.
Berdasarkan komprehensifitas kandungan ayat ini, terdapat tiga prinsip yang terangkum di dalamnya yang ditawarkan oleh Al-Qur’an agar dijadikan landasan dalam upaya membangun umat dan menata sebuah masyarakat, yaitu prinsip keadilan, prinsip ihsan dan prinsip takaful yang dicontohkan dalam skala mikro dengan memberi bantuan kepada kaum kerabat. Ketiga sendi ini merupakan landasan aplikatif untuk membendung dan mengantisipasi gerak Al-Fahsya’ yaitu segala perbuatan yang didasarkan pada pemenuhan hawa nafsu, seperti zina, minuman yang memabukkan dan sebagainya. Al-Munkar, yaitu perbuatan buruk yang bertentangan dengan akal sehat, seperti mencuri, merampok dan tindakan aniaya lainnya. Al-Baghyu, yaitu tindakan yang mengarah kepada permusuhan, seperti kezaliman, tindakan sewenang-wenang dan sebagainya. Ketiga kekuatan perusak ini merupakan penyakit masyarakat yang akan senantiasa merongrong keutuhan dan eksistensi umat. Karenanya, sebuah masyarakat tidak mungkin bisa tegak di atas dasar kekejian, kemungkaran dan permusuhan. Demikian juga, sebuah masyarakat yang telah tersebar di tengah-tengahnya perbuatan keji dengan segala warna dan kemasannya, kemungkaran dengan segala daya tariknya dan permusuhan dengan segala bentuknya tidak akan mungkin bangkit dari keterpurukan dan senantiasa berada dalam kesengsaraan.
Ibnu Katsir mengomentari bahwa dalam ayat ini Allah memerintahkan semua hamba-hambaNya agar menjunjung tinggi nilai keadilan dan keseimbangan dalam semua urusan dan selanjutnya menganjurkan bersikap ihsan dalam setiap perbuatan. Maka ayat ini merupakan dalil akan perintah berlaku adil dan anjuran untuk bersikap ihsan. Sedangkan hubungan yang ketara antara adil dan ihsan adalah bahwa keadilan merupakan sebuah kewajiban syariat, sedangkan ihsan merupakan sikap yang lebih di atas sikap adil. Karenanya berusaha mencapai derajat ihsan dalam semua perbuatan merupakan satu hal yang sangat dianjurkan.
Berbeda dengan Syekh Abu Hamid Al-Ghozali. Ia menuturkan pandangannya tentang konsep adil dan ihsan sebagai sebuah perintah yang harus dilaksanakan secara bersamaan. Ia menyatakan bahwa melalui ayat ini, Allah memerintahkan hambaNya agar bersikap adil dan ihsan secara bersamaan. Karena sikap adil hanya akan membawa kepada keselamatan. Seperti halnya dalam aktifitas perniagaan, hanya mengembalikan modal. Sedangkan sikap ihsanlah yang akan memberikan kemenangan dan kebahagiaan. Yaitu keuntungan yang lebih dari modal dalam konteks perniagaan. Sehingga, sepatutnya seorang hamba Allah tidak cukup berpuas hati karena hanya mampu melaksanakan adil tanpa dibarengi dengan ihsan. Oleh karenanya, Allah menggandengkan kedua sikap ini dalam ayatNya. Bahkan, Allah justru banyak memuji sikap ihsan di dalam ayat-ayatNya. Diantaranya, “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan ihsan”. (Al-Kahfi: 30). “Dan berbuat ihsanlah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat ihsan kepadamu”. (Al-Qashash: 77)
Dalam konteks ini, Sayid Qutb memaparkan pemahaman tafsirnya dengan pendekatan ijtima’i yang menjadi ciri khas tafsirnya, bahwa di ayat inilah Al-Qur’an datang dengan membawa mabadi’ (prinsip-prinsip) yang akan menguatkan simpul-simpul yang terjalin di dalam sebuah masyarakat yang akan menjadi penenang bagi setiap individu, umat dan bangsa. Allah mengawalinya dengan prinsip Al-Adl yang harus dijadikan penopang sebagai kaidah yang baku dalam pergaulan sehari-hari. Terlebih lagi, prinsip Al-Adl di dalam ayat ini digandengkan dengan Al-Ihsan untuk melembutkan ketajaman keadilan yang solid. Karena kata Ihsan lebih luas penunjukannya. Maka ihsan mencakup seluruh sendi-sendi kehidupan dari hubungan seorang hamba dengan Rabbnya, hubungan dengan keluarganya, masyarakatnya dan dengan kemanusiaan dalam arti yang luas.
Menurut susunan kalimat dalam ayat ini, penyebutan “Ita’idzil Qurba” (memberi kepada kaum kerabat) setelah Al-Adl dan Al-Ihsan adalah untuk menunjukkan bentuk konkret salah satu dari perbuatan ihsan. Penyebutan khusus kalimat ini hanyalah dalam konteks ta’dzim (pengagungan) terhadap hubungan dengan kaum kerabat dan sebagai ta’kid (penegasan) terhadap konsep ihsan tersebut yang bisa dilakukan secara bertahap, dari wilayah yang paling dekat sampai ke wilayah yang jauh yang meliputi seluruh anggota masyarakat.
Betapa paksi keadilan, ihsan dan takaful dalam struktur bangunan masyarakat ini terasa semakin lenyap dan hilang dari kesehariannya, baik dalam skala pribadi, keluarga maupun masyarakat. Kalaupun ada, masih sangat terbatas dan sangat rapuh. Sedangkan tiga kekuatan penghancur yang tampil dalam kemasan kekejian, kemungkaran dan permusuhan justru semakin menunjukkan eksistensi kekuatannya di tengah umat yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan. Tiga kekuatan ini muncul serentak dalam beragam bentuk dan warnanya. Cukuplah ayat ini menjadi wejangan yang sangat berharga untuk mengembalikan izzatul Islam wal Muslimin. “Dia (Allah) memberi pengajaran kepadamu (dengan ayat ini) agar kamu dapat mengambil pelajaran.” Allahu a’lam


Iman Kepada Hari Akhir


dakwatuna.com - Kehidupan manusia terbagi menjadi dua: kehidupan pendek di Darul ‘Amal dan kehidupan abadi di Darul Jaza.
Darul ‘Amal (tempat beramal) adalah bumi atau dunia yang kita tempati sekarang ini sampai batas waktu tertentu yang amat singkat. Dunia adalah tempat dan waktu yang diberikan kepada kita untuk melakukan amal yang kita kehendaki seperti orang-orang sebelum kita yang juga telah mengalaminya. Allah swt. berfirman:
“Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun akantetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (Fathir: 44-45)
Setiap lewat sehari, kesempatan hidup pun berkurang dan kita semakin dekat dengan Darul Jaza (negeri balasan). Dan bila kesempatan itu benar-benar habis, hidup di dunia ini terasa kurang dari sesaat. Allah swt berfirman:
“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (Yunus: 45)
Sedangkan yang dimaksud dengan Darul Jaza adalah negeri akhirat, tempat manusia mendapatkan balasan semua perbuatannya di Darul Amal. Dan maut adalah titik perpindahan dari Darul Amal ke Darul Jaza. Allah swt. berfirman:
“Katakanlah: ‘Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmu-lah kamu akan dikembalikan.’ Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): ‘Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.’” (As-Sajadah: 11-12)
“Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-Rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?’ Mereka menjawab: ‘Benar (telah datang).’ Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): ‘Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.’ Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.’ Dan mereka mengucapkan: ‘Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.’ Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’” (Az-Zumar: 70-75)
Hari Akhir adalah Bukti Keadilan Ilahi
Iman seorang mukmin kepada hari akhir punya dalil yang kuat. Dalil yang utama adalah informasi semua Rasul, tanpa kecuali, tentang hakikat hari akhir yang mereka terima dari Allah swt. Para Rasul adalah orang-orang yang telah menunjukkan kepada manusia bukti-bukti kebenaran risalah mereka. Namun disamping itu ada juga dalil-dalil aqli (logika).
Ada banyak dalil aqli. Tapi, salah satunya adalah dalil logika keadilan Ilahi.
Dalam diri manusia ada perasaan cinta kepada keadilan. Ini perasaan yang membuat manusia membenci kezaliman. Pencipta perasaan cinta keadilan dalam diri manusia ini adalah Allah swt., Pencipta manusia, dan merupakan aksioma bahwa Sang Pencipta lebih agung dan lebih sempurna dari ciptaan-Nya, dan bagi Allah segala perumpamaan yang sempurna.
Jadi, keadilan Allah swt. jelas Maha Sempurna, sedangkan makhluknya tidak. Jika rasa keadilan dalam diri manusia menolak perlakuan sama antara orang zalim dan yang terzalimi, antara pembunuh dengan korban terbunuh, orang yang taat dengan yang membangkang, maka keadilan Ilahi yang sempurna tentunya lebih menolak penyamaan antara si zalim dengan yang dizalimi, antara pembunuh dan terbunuh, antara yang taat dan yang melakukan maksiat, antara mukmin dengan kafir, dan antara orang baik dan orang jahat. Allah swt. berfirman:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (Shad: 27-28)
Namun kita tidak mendapati keadilan sempurna di dunia. Belum ada balasan yang setimpal atas semua perbuatan manusia yang baik maupun buruk. Dengan logika keadilan Ilahi yang tak mungkin diragukan, kita beriman bahwa penghitungan dan balasan amal yang seadil-adilnya itu akan kita temui di hari akhir sebagaimana diinformasikan oleh semua Rasul a.s.
Kesimpulan
Kehidupan manusia terbagi dua: kehidupan singkat di Darul Amal dan kehidupan abadi di Darul Jaza,

BERFIKIR KREATIF MEMBINA PRIBADI SUKSES

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik.Berpikir KreatifBerbicara kreativitas, kita tidak akan terlepas dari fungsi otak manusia. Para ahli jiwa mengatakan, otak manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri merupakan pusat fungsi intelektual seperti daya ingat, bahasa, logika perhitungan, daya analisis, dan pemikiran konvergen (cara berpikir searah). Dan otak kanan berfungsi mengandalkan mental dengan melibatkan intuisi, sikap, emosi, gambar, musik dan irama, gerak dan tari, serta pikiran divergen (menyebar/bercabang).Namun, menurut Yogy RY (Remaja Kreatif Hindari Penggangguran; 2000), disebutkan kenyataannya kebanyakan orang cenderung hanya menggunakan otak kiri jika menghadapi persoalan. Padahal, jika diseimbangkan dengan memfungsikan otak kanan, orang akan berpikir lebih jernih dalam memecahkan persoalan.Untuk itu, bagi yang mampu berpikir benar (berpikir dengan otak kiri dan kanan), maka mereka (baca: pemuda) sudah punya pola berpikir kreatif. Karenanya ia sanggup memelihara suatu virus dalam dirinya yang dinamakan N-ach (virus mental yang sanggup mengkondisikan manusia selalu dalam keadaan kreatif).Kreativitas sendiri merupakan suatu bidang kajian yang sulit. Menimbulkan berbagai perbedaan pandangan. Definisi kreativitas menurut Dedi Supriadi (Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek; 1994), digolongkan menjadi definisi secara konsensual dan konseptual. Definisi konsensual menekankan segi produk kreatif yang dinilai derajat kreativitasnya oleh pengamat yang ahli.Sedangkan definisi konseptual bertolak dari konsep tertentu tentang kreativitas yang dijabarkan ke dalam kriteria tentang apa yang disebut kreatif. Meskipun tetap menekankan segi produk, definisi ini tidak mengandalkan semata-mata pada konsensus pengamat dalam menilai kreativitas, melainkan didasarkan pada kriteria tertentu. Amabile (1983: 33), secara konseptual melukiskan bahwa suatu produk dinilai kreatif apabila: (a) produk tersebut bersifat baru, unik, berguna, benar, atau bernilai dilihat dari segi kebutuhan tertentu; (b) lebih bersifat heuristik, yaitu menampilkan metode yang masih belum pernah atau jarang dilakukan oleh orang lain sebelumnya.Jadi, unsur idealisme dan kreativitas ini dalam kehidupan manusia merupakan sesuatu yang menjadi salah satu kunci sukses seseorang. Dan orang sukses bukan berarti tanpa mengalami kegagalan. Kalah-menang akan silih berganti. Tapi, di sinilah justru letak perbedaan antara orang berjiwa besar (dewasa) dan berjiwa biasa (tidak dewasa).Bagi orang yang dewasa, kekalahan yang dialaminya akan dimanfaatkan sebagai pendorong untuk lebih maju. Tapi bagi orang yang tidak dewasa, setiap kekalahan yang dialaminya, akan dianggap sebagai halangan untuk mencapai tujuan. Thamrin Nasution (1980), menyebutkan timbulnya kekalahan adalah disebabkan kurangnya pengetahuan yang mendalam mengenai masalah yang dihadapi itu. Dan hal ini akan dapat diatasi dengan memperdalam pengetahuan tentang masalahnya.Membina Pribadi SuksesDalam pandangan Islam, bahwa ‘manusia’ itu yang menjadi pokok utama. Pribadi merupakan faktor konstitusi moral dan bertanggung jawab atasnya. Faktor pribadi juga adalah menjadi titik tolak pendidikan diri sendiri. Dan bertujuan kembali kepada pribadi pula. Dengan kata lain, mengenal dan mendidik pribadi sendiri artinya mengawali kesadaran sebagai makhluk ciptaan, yang harus tahu diri kepada Dzat Tertinggi yang menciptakannya. Sehingga dapat dikatakan, dengan mengenal diri sendiri secara keseluruhan, maka kita mengenal Allah Yang Maha Pencipta.Untuk mewujudkan hal itu, maka dalam melakukan pembinaan pribadi ini, perlu adanya faktor agama sebagai landasan dalam menjaga keseimbangan eksistensi insan secara otentik. Cara terbaik dalam mengembangkannya ialah dengan senantiasa berpatokan pada “Takhallaquu Bi Akhlaqillaah” (berakhlaqlah dengan akhlaq Allah).Konsepsi tersebut bermaksud menuntun orang untuk mengenal dan menyesuaikan penerapan nilai rendah dan nilai tinggi seorang pribadi dalam hidup yang selaras dengan kehendak Allah di dalam mewujudkan ciptaan-Nya. Janganlah kita sebagai hamba hendak berlaku sombong terhadap Allah dengan tidak mentaati perintah dan larangan-Nya, sedang sebagai makhluk yang seharusnya mengatur dan menundukan alam ini, malahan kita meredusir harga diri dan merendahkan nilai pribadi sebagai “raja makhluk.” (S. Qamarulhadi; 1986: 220).Berawal dari pembinaan pribadi dengan berpatokan pada akhlaq Allah, kemudian yang perlu ditata pada pribadi kita dengan tekun agar mencapai pribadi sukses ialah harus memiliki iman dan ilmu. Dua syarat ini adalah mutlak, seperti dinyatakan dalam Alquran surat Al-Mujaadilah: 11, yang artinya: “…. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan mereka yang telah diberi ilmu, beberapa tingkat …..”Buah dari pribadi yang bermodalkan iman dan ilmu itu, tidak hanya berbentuk materi saja, tapi juga adalah sukses rohani, duniawi dan ukhrawi. Hal ini, tentu didasarkan bahwa iman itu dasar mental, ilmu dasar pikir. Dalam hal ini, M. Ridwan IR Lubis (1985) menuliskan bahwa untuk kesuksesan hati dan otak diperlukan ketekunan. Dari sifat tekun akan menyorot hati dan otak kita. Adapun untuk membangun dan mengembangkan suatu pekerjaan dengan tekun, maka diperlukan empat sikap mental. (1) Kerjakan menurut kemampuan. Segala sesuatu haruslah dikerjakan menurut kemampuan kita, jangan kerjakan sesuatu diluar kemampuan kita. Karena hasil yang didapat akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.(2) Mengutamakan yang penting. Setelah kita dapat mengerjakan sesuatu, maka hendaklah kita terlebih dahulu melakukan penyortiran. Pekerjaan mana yang harus didahulukan. Maka lakukan penilaian terlebih dahulu terhadap pekerjaan tersebut. Mana yang penting, perlu dan berguna.(3) Tetapkan pendirian. Anda jangan mudah diombang-ambingkan oleh orang lain, sehingga membuat rencana menjadi buyar. Anda harus tetapkan pendirian untuk mencapai apa yang anda cita-citakan.(4) Jangan berputus asa. Tidak ada sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah merupakan kekejaman Allah. Misalnya, kalau kita mendapati pekerjaan yang belum berhasil, maka kita harus bersabar. Karena kita harus yakin bahwa segala sesuatunya Allah sajalah yang amat mengetahui rahasia alam ini, termasuk rahasia dari ketidakberhasilan apa yang kita rencanakan. Jadi, kita tidak boleh berputus asa.Akhirnya, kita harus sadar betul bahwa esensi kehidupan ini terletak pada pembentukan semangat dan cita-cita untuk memelihara dan menegakan kepribadian, sehingga kehidupan memperoleh daya mengembang dari dirinya sendiri beberapa alas kekuatan, seperti: memori intelektif, kecerdasan, keahlian, keteguhan hati, keikhlasan yang banyak membantu mengasimilasi kebiasaan dan perilaku kita.Orang baik itu ialah orang yang selalu mencari jalan keluarnya setiap kali mendapat masalah. Bukannya menciptakan masalah dan kita sendiri yang menjadi sumber masalah bagi masyarakat. Sedangkan sukses itu hakekatnya adalah bagaimana setiap hari,BERSIKAP LEMBUT & RENDAH HATI
فَبِمَا رَحْمَةٍمِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّاغَلِيظَ الْقَلبِ لاَنفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ
“Maka disebabkan rahmat Allah atasmu, kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka dan mohonkanlah ampun bagi mereka. ..”(QS.:3:159)
Ikhwan dan akhwat fillah, sejarah telah memaparkan pancaran pesona akhlaq Rasulullah dalam perjuangan dakwah beliau sebagai suri teladan bagi kita (QS.:33:21). Kemudian Allah SWT menguatkan dengan firman-Nya “wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim” (QS.:68:4). Tentunya ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Rumusan nyata dan gamblang tentang model manusia terbaik. Maka siapa yang ingin berhasil dalam mengemban tugas dakwah sebagaimana Rasul, hendaklah mengikuti jejak langkah Rasulullah dan menerapkan akhlaq Rasulullah dalam segenap aktivitas kehidupannya.
Dulu sering kita jumpai keluhan-keluhan dan kekecewaan terhadap penanganan dakwah di kalangan para mutarobbi. Fenomena berjatuhannya para aktivis dakwah, ditambah lagi dengan ketidaksukaan mereka terhadap pola dakwah ternyata - menurut mereka - disebabkan karena seringnya mereka menerima perlakuan yang tidak bijaksana.
Jawaban sederhana dari permasalahan di atas boleh jadi karena ketidak utuhan kita dalam meneladani Rasul atau bahkan mungkin karena kita belum mampu menanamkan akhlaq Rasul pada diri mereka. Akibatnya kita sering tidak sabar dan tidak bijaksana menyikapi mereka, sementara merekapun terlalu mudah tersinggung dan cengeng menyikapi teguran dan nasihat yang mereka anggap sebagai pengekang kebebasan. Komunikasi yang tidak sehat ini sebenarnya bisa diatasi dengan menyadari sepenuh hati akan begitu pentingnya penanaman dan penerapan akhlaq Rasulullah dalam berbagai pendekatan dakwah. Ditinjau dari segi juru dakwah, keinginan meluruskan, teguran, penugasan, sindiran dan sebagainya sebenarnya dapat dikemas dengan akhlaq. Begitupun dari segi mad’u, ketidakpuasan, ketersinggungan, perasaan terkekang dan kejenuhan juga dapat diredam dengan akhlaq. Akhlaq menuntun kepada kemampuan untuk saling menjaga perasaan, saling memaklumi kesalahan dan mengantarkan kepada penyelesaian terbaik.
Banyak murabbi yang dikecewakan dan ditinggalkan binaaanya, tapi dia mampu mengemas luka itu dengan empati dan terus mendoakan kebaikan bagi binaannya. Bahkan diiringi harapan suatu saat Allah mengembalikan binaannya dalam aktvitas dakwah, walaupun mungkin bukan dalam penanganannya. “Mungkin dengan saya tidak cocok, tapi semoga dengan murabbi lain cocok”. Ada mutarabbi yang diperlakukan tidak bijaksana oleh murabbinya namun akhlaq menuntunnya untuk mengerti dan menyadari bahwa murabbinya bukan nabi, sehingga dia tidak dendam dan menjelek-jelekkan murabbinya, melainkan tetap merasa bahwa murabbi dengan segala kekurangannya telah berjasa banyak padanya. Dia tidak membenci dakwah meskipun dia dikecewakan oleh seorang aktivis dakwah.
Di antara nilai-nilai akhlaq yang semuanya mesti kita tanamkan dalam diri, ada dua nilai yang cukup relevan dengan kelancaran dakwah, yaitu kelembutan dan rendah hati. Kelembutan adalah perpaduan hati, ucapan dan perbuatan dalam upaya menyayangi, menjaga perasaan, melunakkan dan memperbaiki orang lain. Kelembutan adalah kebersihan hati dan keindahan penyajian yang diwujudkan dalam komunikasi lisan rnaupun badan. Bukanlah kelembutan bila ucapannya lembut tapi isinya penuh dengan kata-kata kasar menyakitkan (nyelekit). Bukan pula kelembutan bila menyampaikan kebenaran tapi dengan caci maki dan bentakan. Berwajah manis penuh senyum, memilih pemakaian kata yang benar dan pas (qaulan syadidan), memaafkan, memaklumi, penuh perhatian, penuh kasih sayang adalah tampilan kelembutan. Wajah sinis, penuh sindiran yang terkadang tanpa tabayyun, buruk sangka, ghibah, pendendam, emosional merupakan kebalikan dari sifat kelembutan.
Rendah hati merupakan perpaduan hati, ucapan dan perbuatan dalam upaya mendekatkan / mengakrabkan, melunakkan keangkuhan, menumbuhkan kepercayaan, membawa keharmonisan dan mengikis kekakuan. Angkuh, sok pintar dan hebat, merasa paling berjasa, merasa levelnya lebih tinggi, minta dihormati, enggan menegur/menyapa lebih dulu, tidak mau diperintah, sulit ditemui / dimintai tolong dengan alasan birokratis, menganggap remeh, cuek dan antipati merupakan lawan dari rendah hati. Allah berfirman dalam surat Asy Syu’araa ayat 215 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang beriman yang mengikuti kamu.” Bila Rasulullah saja dengan berbagai pesona dan kelebihannya diperintah untuk tawadhu (dan Rasul telah menjalankan perintah itu), tentulah kita yang apa adanya ini harus lebih rendah hati. Rendah hati terhadap murabbi, rendah hati terhadap mutarabbi dan rendah hati terhadap seluruh orang-orang beriman menunjukkan penghormatan kita pada Rasul dan pada kebenaran Al Qur’an. Sebaliknya, keangkuhan dan perasaan lebih dari orang lain menandakan masih jauhnya kita dari Qur’an dan Hadist.
Marilah kita lebih mengaplikasikan apa-apa yang sudah kita ketahui. Betapa pemahaman kita tentang pentingnya akhlak dalam mengantarkan pada kesuksesan dakwah mungkin sudah cukup mumpuni. Namun tinggal bagaimana kita terus meningkatkan penerapan nilai-nilai akhlaq itu dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam mengemban tugas dakwah. Telah dan akan terus terbukti bahwa sambutan masyarakat terhadap dakwah adalah di antaranya karena pesona akhlaq kita, kelembutan kita memaklumi, mengingatkan dan meluruskan mereka dan kerendahhatian kita untuk terus bersabar mendekati dan menemani hari-hari mereka dengan dakwah kita. Dalam konteks khusus pun demikian, betapa kelembutan dan kerendah hatian ternyata lebih melanggengkan / mengawetkan binaan-binaan kita untuk terus berdakwah bersama kita.
Ikhwan dan akhwat fillah, hendaknya dari hari ke hari kita terus mengevaluasi diri, membenahi akhlaq kita dan memantaskan diri (sepantas-pantasnya) sebagai seorang juru dakwah. Memang kita manusia biasa yang penuh salah dan kekurangan, namun janganlah itu menjadi penghalang kita untuk memujahadah diri menuju kepada kedewasaan sejati. Masa lalu yang kasar dan angkuh hendaklah segera pupus dari diri kita. Kita mulai membiasakan diri untuk lembut di tengah keluarga, di antara aktivis dakwah hingga ke masyarakat luas. Kita mesti melatih kerendah hatian di tengah murid-murid kita, dengan sesama aktivis, pada murabbi kita hingga ke seluruh masyarakat. Dan pada akhirnya nanti insya Allah kita dapatkan keberhasilan dakwah Rasulullah terulang kembali, lewat hati, ucapan dan perbuatan kita yang telah diwarnai nilai-nilai akhlaq.
ادْعُ إِلَى سِبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah mereka kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah dengan cara yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (QS 16:125) waktu, saat, selalu berusaha memperbaiki diri dan menambah ilmu untuk menuju keridhoan Allah. Sehingga memiliki pandangan terhadap diri sendiri begitu penting bagi seseorang yang ingin mengelola diri menjadi sukses dalam hidup ini. Patut kita renungkan pernyataan yang menyebutkan, “Sukses tidak identik dengan posisi atau gelar dunia, tetapi seberapa besar Personal Vision (pandangan Pribadi) yang dimiliki seseorang.” Wallahu’alam.***
Sedangkan kematian adalah titik perpindahan antara keduanya. Siapa yang beramal shalih di dunia, Allah swt. akan membalasnya dengan ganjaran pahala. Barangsiapa berbuat buruk, Allah swt. mengancamnya dengan hukuman setimpal. Allah swt. juga mengutus para Rasul kepada manusia, dan mereka telah membuktikan kebenaran pengakuan kerasulan mereka lalu menyampaikan wahyu Allah yang diantaranya berisi keimanan kepada hari akhir dan apa yang terjadi di sana.
Keadilan Allah swt. Maha Sempurna, dan konsekuensinya adalah perlakuan yang tidak sama antara yang jahat dan yang baik. Di dunia ini ganjaran untuk orang yang baik belum sempurna, begitu pula hukuman bagi orang jahat. Oleh karenanya Allah swt. menjadikan hari akhir untuk menyempurnakan penghargaan kepada orang-orang yang telah berbuat baik dan mengadili serta menghukum orang-orang yang ingkar kepada-Nya.